AKU LELAH BERDAUN

SUMATRA ISLAND, INDONESIA - JUNE 27: A woman walks trough haze as a forrest fire burns bushes and fields June 27, 2013 in Siak Regency, Riau Province, Indonesia. The fires on Sumatra have caused record smog in Malaysia and Singapore. Sumatra has stepped up efforts to fight the fires to relieve the conditions. Eight farmers have been arrested for setting the fires on Sumatra Island. (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)

SUMATRA ISLAND, INDONESIA – JUNE 27: A woman walks trough haze as a forrest fire burns bushes and fields June 27, 2013 in Siak Regency, Riau Province, Indonesia. The fires on Sumatra have caused record smog in Malaysia and Singapore. Sumatra has stepped up efforts to fight the fires to relieve the conditions. (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)

Seperti baru kemarin saja aku dilahirkan

di tanah yang tak lagi subur, gembur dan kering

aku hidup seorang diri karena ibuku telah mati diterjang mesin

oleh angkara murka berhati iblis, si penebar maut penyabut nyawa

Aku hidup seperti zombie yang bergentayangan

pakaianku yang compang camping,

mukaku bopeng2,

wangiku seperti bangkai saja, seperti hidup selagi mati

Dilangit tempatku benapas, yang tersisa hanyalah asap  dan asap

semua memutih dan kabur, memandang tanahpun aku tak bisa

ditambah lagi panas terik, dan bau bangkai temanku  yang mati sia2

kulitpun melepuh tak terjamah air yang sudah lama tidak turun dari langit

Aku bisa menghitung daun2 napasku hanya beberapa lembar

yang tersisa seperti uang recehan dalam dompet bututku

pastilah napasku tersengal-sengal, pendek dan berat

di ujung dahan dan ranting hanya tersisa daun2 tua

Sudah cukup !

aku sudah lelah hidup, lelah berdiri, lelah bernapas

biarkan aku mati terbakar bersama jutaan temanku

Aku sudah lelah berdaun….

___________________

Puisi ini didedikasikan atas penderitaan mahluk hidup di pulau Sumatra dan Kalimantan, yang mengalami tragedi kebakaran hutan, akibatnya adalah polusi kabut asap terjadi dimana-mana, ada yang meyebutnya asap jambi, asap riau, asap Pekanbaru dll. Sampai puisi ini diterbitkan, kebakaran hutan masih terjadi atas ulah tangan2 iblis. Sudah banyak korban yang berjatuhan, jutaan pohon terbakar, jutaan manusia tercemar racun asap, jutaan mahluk hidup lainnya dalam kesengsaraan bencana ekologi. Sementara segelintir orang dengan ketamakannya, berusaha lari dari tanggung jawab, sementara yang lainnya hanya bisa saling menyalahkan.

Mari berbuat untuk hidup kita bersama, jangan sampai kita tidak bisa lagi bernapas di langit yang maha luas.

Salam kehidupan

blognoerhikmat

Labirin Mencatat Kata

20150912_170326

Labirin Mencatat Kata – blognoerhikmat

Sebuah buku antologi puisi karya Siti Khodijah Nasution, Wiwiq Siswarahardja dan Usup Supriyadi yang diberi nama “Labirin Mencatat Kata” telah terbit di bulan Mei 2015. Entah apa, mereka memberi judul seperti itu, yang jelas kemerdekaan menghujamkan kata atau judul dalam puisi menjadi hak penuh hasil perenungan mereka bertiga.

Menelisik Kamus Besar Bahasa Indonesia – KBBI, arti “Labirin” disebutnya begini :

labirin/la·bi·rin/n1 tempat yang penuh dengan jalan dan lorong yang berliku-liku dan simpang siur; 2 sesuatu yang sangat rumit dan berbelit-belit (tentang susunan, aturan, dan sebagainya); 3 sistem rongga atau saluran yang berhubungan;

— akustikAnat telinga bagian dalam yang terdiri atas rumah siput dan saluran setengah lingkaran;
— menyelaputAnat bagian yang menyerupai selaput pada telinga dalam.

Baca lebih lanjut

Selancar pesona pantai Batu Karas

Deburan ombak bersahautan

silih berganti menyisir pasir putih

tempatnya bertebaran teduhnya hati

seperti sekondan yang tak lepas

selancar-selancar itu seakan meliuk

menjadi rajanya buih yang terhanyut

peduli terik membakar kulit yang melegam

kata puas seperti masih jauh dari angan

angan itu hanya mengata-ngata gunung ombak

seperti berharap gunungnya gunung ombak

rasa itu memang sudah terlalu membuih…

0

00

0000

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

hatiku di pangandaran

___0)(0___

deburan ombak pangandaran pagi itu begitu memecah tidur, pasir pantaipun bertebaran dimana-mana terbawa oleh angin menerobos nyiur pepohanan kelapa, ditemani semilir bau air laut yang khas.  Mengajak raga menjemput menuju bibir pantai, sebersit cahaya asa itu memang telah menyihir langkah ini yang berlari menuju pantai timur pangandaran. Matapun tertegun dibatas cakrawala melihat keindahan matahari …Subhanallah cantik benar…..,  terdejavu  dengan belahan hati saat memadu kasih, ah….seandainya ia hadir, pasti lorong waktu itu terbuka lebar, terbaca kembali rengkuhan bulan madu yang tak habis oleh desiran angin, rasa itu masih menyisir pantai hati…

___o)(0___

meninggi hati ini…

semilir angin itu datang secara mendadak, terkesima

membuat bulubulu seluruh tubuh ini terasa menari

bidang dada menjadi busung menegap

selsel darah menjadi hangat mengitari jelajah tubuh

mulutpun merasa bisu tak bergeming

perasaan itu memenuhi isi kepala dan labirin hati

engsel.engsel pun terkunci

tertegun….

meninggi hati ini…

me.lihat dengan kata.baca dengan hati …cindera mata [klik saja]

sampai malam berganti siang dan siang berlanjut malam….

lalu aku pun membalas kupas

Kang Usup…..
yang meyelinap tiba2 dari kemilau rembang [ hot plate :D]
malam ini sepulang kerja , habis mengais rejeki di belantara fana
kutemukan setumpuk tulus berjurus meninggikan hati… [lagi-lagi]
awalnya terbersit rasa gagah dada membusung…tersanjung…
tapi…sang telur ini belumlah masak direbus
karena sang koki hanya baru seumur jagung
jadinya….. masih telor setengah matang..
walau malu dibanding menara gading yang menjulang
ijinkan sang telur setengah matang ini jadi santapan alakadarnya
smoga penyantapku tiada bosan menagih janji….
salam hormat dan ketulusan
yang sudi menoreh apresiasi
dari blognoerhikmat
lihat dengan kata, baca dengan hati
pukul 11 kurang 3 menit tengah malam
🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂
didedikasikan untuk usup supriyadi
sahabat yang meluangkan waktu mengapresiasi
walau ktp kita sudah berbeda
silaturahim terus berjabat
terus berkarya sobat…

berburu cakrawala

melewati jalan berliku
menempuh ratusan kilometer
rasa yang sepi…
terus menggelayut
merajam rasa
mata tajam terus mengintai
mencari damai
berburu tenang
menjerat bening
walau lelah berpicu waktu
kubiarkan kaki trus..
mlangkah dan berlari
menyelam lembah
memanjat langit biru
untuk sebuah cakrawala rasa
yang tak kunjung sampai..