Think, when you were still a kid

Iklan

Christine Ha, Masterchef Tunanetra

christine HaMasih ingat dengan program televisi stasion RCTI, Masterchef 2012 ?, yang akhirnya dimenangkan oleh Ibu Desi yang sehari-hari menjabat seorang direktur hotel di pulau Bangka. Program acara ini memang menjadi tren pemirsa tv di seluruh nusantara sehingga rating acara ini sangat bagus.

Program acara RCTI ini memang di buat secara local content, yang berlisensi dari stasion televisi Fox dari paman Sam. Acara yang menjaring seorang calon masterchef dari seluruh pelosok negeri ini dengan latar belakang tentunya beragam, mulai dari seorang seniman sampai ke seorang direktur atau CEO. Sehingga acara ini menjadi menarik karena pada setiap episodenya ada yang ter-eleminasi.

Di negeri paman Sam, acara Masterchef 2012 sudah memasuki session yang ke 3, jadi acara ini juga masih relatif baru. Dan pada Masterchef session 3 ini ada yang perlu kita apresiasi karena pemenangnya adalah seorang wanita muda berumur 30 tahun, Christine Ha, seorang penyandang tunanetra !!.

Christine Ha adalah seorang wanita keturunan Vietnam-Amerika dengan nama Vietnamnya Hà Huyền Trân yang memiliki karakter luar biasa tapi sangat rendah hati dan sederhana bahkan seringkali dalam penampilannya ia selalu kurang pede saat akan diumumkan siapa yang akan tereliminasi, sehingga seringkali juri member nasihat untuk percaya diri akan kemampuannnya yang luar biasa.

ch2Kebutaannya memang bukan dibawa sejak lahir, pada kurun waktu 1999-2007 penglihatannya mulai berkurang akibat penyakit autoimun yang biasa disebut Neuromyelitis Optica. Dalam skala kebutaan Chaterine Ha mendapat nilai 20/200 artinya dia masih dapat melihat bayangan samar-samar object dalam jarak 10-12 inchi dengan pencahayaan yang terang. Selain itu, ternyata Christine Ha telah menyandang Bachelor of Business Administration degree in Finance/MIS from University of Texas at Austin in 2001 and a Master of Fine Arts degree for creative fiction/nonfiction at University of Houston‘s Creative Writing Program in 2012. Sementara pekerjaan sehari-harinya adalah Editor Fiction di Gulf Coast Journal serta menjadi kontribitor beberapa majalah.

Dari kekurangannya, Christine Ha bisa membuktikan bisa berkompetisi dengan orang normal dan bahkan menjadi juara. Satu bukti lagi bahwa kekurangan tidak menjadi penghalang sukses !.  Christine Ha menjuarai Masterchef session 3 ini dengan menggondol hadiah $250.000 dan kontrak di sebuah majalah resep makanan setelah mengalahkan Josh Marks dan 100 kontestan lainnya.

ch3

Referensi :

http://en.wikipedia.org/wiki/Christine_Ha

http://www.facebook.com/MC3Christine

http://www.christineha.com/

6 Ways to Actually Keep Your New Year’s Resolution

dg_iframeIt’s almost the New Year—the time to reflect on your aspirations and set meaningful goals to improve your health and happiness. Which sounds great, right? But how many of us actually keep our New Year’s resolutions past January?

Not many, according to a study by author and psychologist Richard Wiseman. His research found that 52% of resolution-makers were confident that they’d achieve their goals, yet only 12% succeeded. What was the secret? Those who took meaningful steps to achieve their resolutions—setting step-by-step goals or telling their friends and family, for example—were far more likely to achieve their desires than those who made no specific commitments.

So if you really want to see results this year, it’s critical that you set your goals with sincerity, and set yourself up for success. Read on for six practical tools for making realistic, attainable resolutions—and actually sticking with them.

1. Get Specific

A common mistake people make is setting big, nebulous goals like, “I’ll be healthier.” Instead, make your resolution specific, with a tangible, achievable outcome. Rather than saying, “I want to save money,” determine how much, exactly, you want to save. What are you saving it for, and what will you do once you hit your goal?

Then, visualize what good will come when your goals and desires are met. What does it feel like? What does it look like? It also helps to have something simple, tangible, and positive to repeat to yourself over and over again. “I will be able to run a 5K because I’m healthy and strong,” is not only positive reinforcement, but it’s a quantifiable goal that you can check in on and make your reality.
Baca lebih lanjut

5 Powerful Reasons to Make Reflection a Daily Habit, and How to Do It

dg_iframe
Post written by Leo Babauta.

It’s New Year’s Eve (where I live), and I’ve been doing a lot of reflection over the last year. It’s the perfect time of year to look back and reflect on what you’ve done right this year, to learn from what you’ve done.

And on further reflection, this habit of reflection is something that I’ve developed pretty strongly this year.

It’s actually one of the secrets to my success.

At least once a day, and more often several times a day, I reflect on my day, on my life, on what I’ve been doing right, and what isn’t working. I reflect on every aspect of my life, and from this habit of reflection, I am able to continuously improve.

Reflection is what gave me the topic of this post, and the tips that are to follow. Reflection is what gives me the content of every post I write here on Zen Habits.

I highly recommend that, if you haven’t yet, you develop the daily habit of reflection, in your own way. It could have profound changes on your life.

Here are but a few:

1. It helps you learn from your mistakes. If we don’t reflect on our mistakes, we are doomed to repeat them. And that’s not very smart. However, if we reflect on those mistakes, figure out what went wrong, see how we can prevent them in the future, we can use our mistakes to get better. Mistakes, then, are a valuable learning tool, instead of something to feel embarrassed or upset about. Reflection is an important way to do that. Baca lebih lanjut

Life without Limits

Apa yang kita pikirkan bila melihat orang cacat semisal orang tanpa tangan, orang buta, dan lain sebagainya, pasti yang ada dalam dalam benak kita adalah ketidakmampuan, kasihan, perjuangan hidup atau betapa beruntungnya kita dengan kesempurnaan dibanding mereka ?. Mungkin hal itu pandangan sempit tentang mereka yang cacat, padahal begitu banyak figur-figur yang bisa menjadi teladan, salah satunya adalah sosok Nick Vujicnic [baca = voy-a-chic] (29). Nick sejak lahir tidak dianugrahi 2 buah tangan dan kaki, suatu jenis kecacatan yang sulit dibayangkan bagaimana orang tuanya membesarkan dan mendidiknya kelak.
Baca lebih lanjut