HighFive Food Market, pusat kuliner kekinian di tengah kota Bandung

h5_7-Logo High Five Food Market

HighFive Food Market

Kota Bandung sering dijuluki tagline Bandung Juara, pastinya juaranya tentang kreatifitas dan kulinernya. Setiap hari ada saja pusat kuliner yang baru di kota ini, salah satunya adalah HighFive Food Market yang baru saja dibuka pertengahan bulan Mei 2017 di Grand Yogya Kepatihan.

Baca lebih lanjut

Batagor, baso tahu goreng kuliner Bandung

Batagor Isan

Mendengar nama Batagor Isan,batagor Riri, batagor kingsley dan batagor-batagor lainnya,pasti sudah tidak asing lagi sebagai kuliner Bandung yang terkenal bagi warga dalam dan luar Bandung. Sudah tentu, kitapun paham kalimat Batagor adalah singkatan dari baso tahu goreng. Namun pada postingan kali ini akan dibahas tentang asal usul batagor dan tempat-tempat kuliner batagor enak yang ada di Bandung.

Nama batagor mungkin tidak akan pernah ada kalau kejadian di tahun 1970, seorang pedagang baso tahu siomay keliling bernama Isan melakukan percobaan dengan dagangannya. Isan mendapatkan baso tahu siomay-nya beberapa kali bersisa, sehingga ia berinisiatif untuk menggorengnya supaya bisa dimakan kembali dan disajikan dengan kuah kacang baso tahu. Ternyata upaya tersebut berhasil, banyak orang yang suka dimulai dari para tetangganya, dan akhirnya Isan memutuskan untuk menjual gorengannnya yang disebut batagor. H.Isan sendiri telah wafat di tahun 2008, sedangkan usaha batagro-nya dikelola oleh generasi kedua dari keluarga H.Isan.
Baca lebih lanjut

Sejarah Kota Bandung

Gedung-Sate

SEJARAH KOTA BANDUNG

Kata “Bandung” berasal dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Perahu yang lalu membentuk telaga. Legenda yang diceritakan oleh orang-orang tua di Bandung mengatakan bahwa sejarah nama “Bandung” diambil dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua perahu yang diikat berdampingan yang disebut perahu bandung yang digunakan oleh Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah II, untuk melayari Ci Tarum dalam mencari tempat kedudukan kabupaten yang baru untuk menggantikan ibukota yang lama di Dayeuhkolot.

Berdasarkan filosofi Sejarah Sunda, kata “Bandung” berasal dari kalimat “Nga-Bandung-an Banda Indung”, yang merupakan kalimat sakral dan luhur karena mengandung nilai ajaran Sunda. Nga-“Bandung”-an artinya menyaksikan atau bersaksi. “Banda” adalah segala sesuatu yang berada di alam hidup yaitu di bumi dan atmosfer, baik makhluk hidup maupun benda mati. “Indung” adalah Bumi, disebut juga sebagai “Ibu Pertiwi” tempat “Banda” berada. Dari Bumi-lah semua dilahirkan ke alam hidup sebagai “Banda”. Segala sesuatu yang berada di alam hidup adalah “Banda Indung”, yaitu Bumi, air, tanah, api, tumbuhan, hewan, manusia dan segala isi perut bumi. Langit yang berada di luar atmosfir adalah tempat yang menyaksikan, “Nu Nga-Bandung-an”. Yang disebut sebagai Wasa atau Sanghyang Wisesa, yang berkuasa di langit tanpa batas dan seluruh alam semesta termasuk Bumi. Jadi kata Bandung mempunyai nilai filosofis sebagai alam tempat segala makhluk hidup maupun benda mati yang lahir dan tinggal di Ibu Pertiwi yang keberadaanya disaksikan oleh yang Maha Kuasa. Begitulah sekelumit sejarah singkat terbentuknya kota Bandung
Baca lebih lanjut