6 Kebutuhan Manusia yang Mempengaruhi Dunia Marketing

tungdsmTung Desem Waringin  | Ada enam kebutuhan manusia yang paling penting yang dapat membangkitkan keinginan seseorang untuk melakukan suatu tindakan, mengambil keputusan hingga melakukan pembelian. Anda harus mempelajari enam kebutuhan manusia tersebut sehingga dapat melakukan strategi marketing yang tepat dan banyak orang yang melakukan pembelian.

Enam kebutuhan manusia yang harus Anda pelajari dan pahami, yaitu:

1. Manusia Membutuhkan Kepastian dan Kenyamanan
Dalam setiap segi kehidupan, manusia membutuhkan kepastian dan kenyamanan termasuk dalam membeli suatu barang atau jasa. Maka sebagai pebisnis, Anda dapat menerapkan prinsip kebutuhan tersebut dengan cara memberikan garansi uang kembali jika pembeli tidak puas dengan barang atau jasa yang dibelinya.

Selain itu, Anda membuat display yang menarik plus penawaran yang sensasional agar produk dengan harga jauh lebih mahal tetapi dibeli karena mengandung faktor kepastian dan kenyamanan.

2. Manusia Membutuhkan Variasi atau Ketidakpastian
Anda bisa membuat suatu produk atau jasa yang berbeda dari yang lainnya agar konsumen tidak cepat bosan dengan produk yang Anda jual.
Baca lebih lanjut

Growing Your Business the Sam Walton & Wal-Mart Way – michael bergdahl training

Morning: P.O.C.K.E.T.S. – The 7 Strategies of “The Wal-Mart Way”©

Based on his first book, What I learned from Sam Walton, Michael Bergdahl will discuss “The Wal-Mart Way” through a discussion of the 7 key strategies of Wal-Mart. Bergdahl will follow the acronym, “POCKETS” which stands for Price, Operations, Culture, Key Item Promotion, Expenses, Talent and Service. He will explain the key to each of Wal-Mart’s Strategies and it’s Best Practices that have made it the World’s Largest Company. He will discuss Strategies that audience members can take from “The Wal-Mart Way” to make their businesses more successful.

8:30 – “The Wal-Mart Way” – Strategies of the World’s Largest Company©

  • Big Facts behind the Wal-Mart Success Story
  • Price Strategy
  • Operations Strategy
  • Culture Strategy

10:00 Morning Break

10:30 “The Wal-Mart Way” – Strategies of the World’s Largest Company©:

  • Key Item Promotion Strategy
  • Expense Strategy
  • Talent Strategy
  • Service Strategy

12:00 – 1:00 – Lunch

Afternoon: The 10 Rules of Sam Walton – Tactics of “The Sam Walton Way” ©

Based on his second book, The 10 Rules of Sam Walton, Michael Bergdahl will discuss “The Sam Walton Way” through a discussion of the tactics behind Sam Walton’s self-professed rules for entrepreneurial success. Sam Walton credited these 10 rules as the reason he became the World’s Richest Man. Audience members will gain actionable ideas, from the Tactics followed by Sam Walton, which they can adapt, and utilize in their businesses and personal lives.

1:00 – “The Sam Walton Way” – Tactics of the World’s Richest Man©:

  • Rule #1: COMMIT to achieving success and always be passionate
  • Rule #2: SHARE your success with those who have helped you
  • Rule #3: MOTIVATE yourself and others to achieve your dreams
  • Rule #4: COMMUNICATE with people and show you care
  • Rule #5: APPRECIATE and recognize people for their effort and results

2:30 – Break

3:00 – “The Sam Walton Way” – Tactics of the World’s Richest Man©:

  • Rule #6: CELEBRATE your own and other’s accomplishments
  • Rule #7: LISTEN to others and learn from their ideas
  • Rule #8: EXCEED the expectations of others by setting high standards
  • Rule #9: CONTROL your expenses and save your way to prosperity
  • Rule #10: SWIM UPSTREAM, be different, and challenge the status quo

4:30 – Close


copied from  http://www.michaelbergdahl.net

‘omset’ back to ‘school & holiday’

Memasuki tahun ajaran baru di sekolah selalu menjadi perhatian semua pihak, baik murid dan orang tuanya, lembaga pendidikan maupun masyarakat secara umum. Betapa tidak hal ini menjadi momentum yang tidak bisa dilewatkan karena ada rangkaian peristiwa didalamnya, yaitu event liburan dan persiapan kembali belajar .

Dua event itu sangat dinantikan oleh berbagi pihak, terutama industri ritel, pariwisata dan lembaga pendidikan. Di dunia ritel, event ini diproyeksikan sebagai peluang bisnis yang menggiurkan setelah event besar tahunan puasa dan lebaran. Sehingga berbagai program diluncurkan untuk menarik minat konsumen untuk membeli.

Ketika event liburan, fokus ritel akan bergerak menuju  kebutuhan berliburan. Kategori fashion memfokuskan pada program utama pakaian dan asesoris kasual sedangkan di kategori supermarket, program utama fokus pada makanan ringan dan minuman.Ketika event persiapan kembali belajar, Kategori fashion memfokuskan pada program utama seragam dan sepatu sekolah sedangkan di kategori supermarket memfokuskan pada buku tulis dan perlengkapan sekolah lainnya.

Sedangkan barang-barang lainnya tetap dibundel menjadi satu tema sebagai konsep impulse buying, memanfaatkan naiknya frekuensi kedatangan konsumen ke toko, sehingga konsumen tergiur dengan program lainnya dalam bentuk diskon, spesial price, discount time, turun harga dan lain sebagainya. Bahkan konsumen masih dimanjakan dengan memperpanjang waktu belanja seperti midnight sale, late nite sale, atau di beberapa toko atau mal melakukan morning sale dengan membuka toko atau mal lebih awal.

Konsep promo ritel untuk menghadapi  event ini selalu diberi nama tema, Seperti yang dilakukan pemain ritel Metro dept.store mengusung dua tema sekaligus di tahun 2011 yaitu “Magical Academy Year” dan “METROpolitan Great Sale”, begitu juga Toserba Yogya mengusung tema “Liburan bersama Alam” dan “Back to School” atau Centro dept.store dengan tema “Centro Hot Sale”  membuat peta persaingan ritel makin tajam.

Biasanya tema yang diusung peritel selalu mempunyai konsep yang menarik, tidak saja promo barang, tapi juga mengadakan event ajang perlombaan yang pada akhirnya sebagai umpan penarik konsumen datang ke toko.  Mulai berbagai segmen komunitas yang mereka tuju, biasanya anak-anak dan keluarga. Hadiah makin besar dan kreatifitas jenis perlombaan akan menentukan jumlah peserta yang ikut serta dan menjadi tolok ukur keberhasilan event.

Carrefour contohnya, pada event liburan dan persiapan belajar kali ini membuat ajang perlombaan foto bersama orang tua dan anak yang di upload di situs jejaring facebook, dimana pemenangnya adalah foto yang di-Like terbanyak, satu inovasi event lomba yang menarik dengan mengambil segmen komunitas situs jejaring yang sedang marak.