Innalillahi wainalillahi rojiun

image

Senin tanggal 9 Februari 2015, menjadi waktu terberat buat kami. Karena saat itu tepatnya malam hari pukul 19.30, Ayahanda RH.Trusnadi Djamil bin RH.Mukhlis Dadeng Azhary, meninggalkan kami untuk selama-lamanya. Setelah hampir 4 tahun lebih penyakit diabetes dan stroke yang dideritanya, akhirnya Allah dengan kasih sayang mencabut nyawa beliau dalam keadaan damai di usia76 tahun.

Tentunya banyak kenangan yang didapat kami sebagai putra putri almarhum. Bukan saja didikan dan kasih sayang yang kami dapat, tapi kami juga mendapatkan teladan yang berbekas dalam hati, SIlaturahim almarhum semasa hidup kepada lingkungan, saudara-saudara, majlis taklim begitu kental. Maka tak heran pada prosesi penyolatan sampai dengan pemakaman, begitu banyak orang yang mengikutinya dan mendo’akan, sampai terharu kami melihatnya dan begitu besar penghormatan dari orang- yang mengenal almarhum.
image

Baca lebih lanjut

Iklan

Putri Herlina , Sang Inspirasi dan Perkawinannya yang mengharukan

Pertama kali saya membaca tentang Putri Herlina didapat dari blog mas Iwan Yulianto dengan judul “Pernikahan Agung Sang Putri Difabel“, pas melihat tulisan itu, pertama tertuju pada  foto pernikahan Putri Herlina dan Reza Hilyard Soemantri, dilihat seperti tidak ada yang aneh, namun setelah ditilik-tilik lebih detil ternyata memang Putri Herlina tidak mempunyai kedua belah tangan !!.
Berikutnya dengan hati terus bertanya dan penasaran, setiap tulisan mas Iwan Yulianto saya baca dengan seksama dari awal sampai akhir, tidak terasa menetes dan terucap spontan “Suhanallah…”, Allah begitu Agung memberikan satu cerita kepada kita yang sempurna tentang perjuangan, kesabaran, perkawinan yang mengharukan, serta orang2 yang mendukung disekelilingnya.

Dan kepenasaran itu tidak berhenti disitu saja, lewat link yang ada dituliskan mas Iwan, akhirnya bisa tahu juga bahwa ada mas Saptuari Sugiharto, founder #SedekahRombongan yang menjadi promotor semua kisah inspiratif ini. Dari tulisan Mas Saptuari berjudul “Tuhan Maha Sutradara”, dari tulisannya air mata yang tadi menetes, ternyata makin melting saja diriku, dibenamkan oleh cerita seputar masa kecil Putri Herlina, masa ketika ditelantarkan oleh kedua orang tuanya sampai diurus oleh bu Naryo dengan penuh kasih sayang dan ketulusannya yang luar biasa sampai besar dan menemukan pangeran hatinya dalam sebuah Perkawinan Agung. Rupanya Putri Herlina juga diberi satu anugrah oleh Allah SWT berupa kemandirian yang kuat dan keinginan untuk terus belajar. Diceritakan disana bagaimana Putri tidak ingin diistimewakan dan perjalanan sekolahnya sampai harus indekost. sungguh, suatu kemandirian yang melebihi orang2 normal apalagi buat anak2 sekarang. Sampai detik ini pun, perasaan saya masih banyak bertanya, sungguh kejam kedua orang tuanya sampai berbuat begitu. Tapi inilah Ke Agungan Allah SWT dengan skenarionya yang membuat satu alur cerita yang tak diduga-duga supaya menjadi contoh dan inspirasi bagi umatnya.

Inspirasi Putri Herlina Gadis tanpa tangan, telah membuat Mas Saptuari mendedikasikan dirinya untuk mencari donasi untuk kepentingan anak terlantar dan kaum dhuafa. Dan pastinya pertemuan pertama kali Putri Herlina dan Mas Saptuari menjadi pertemuan yang tak terlupakan sehingga terinspirasi membentuk  #SedekahRombongan. Dan satu prestasi luar biasa SedekahRombongan.com bisa mengumpulkan sumbangan Allah lewat orang2 yang ingin bertakwa kepadaNYA sebesar 14.3 Milyar !!  untuk disalurkan kepada anak2 dhuafa yang sakit, sungguh luhur pengabdian tersebut

Inspirasi Putri Herlina tidak berhenti disitu saja. Perkawinan mereka tanggal 13 Oktober 2013 yang dihelat di Balai Sinta Yogyakarta, membuat hati kita terhenyak dan haru melihat perjalanan cinta mereka , sungguh seperti dongeng2 dimana putri mendapatkan pangeran cintanya. Sang Putri Herlina dengan keterbatasannnya, memperoleh ijabah dari do’a2nya khusuk kepada Sang Pemberi jodoh Allah SWT, memberi pembelajaran untuk kaum hawa tentang keluhuran dan keagungan NYA, yang tidak pernah bosan untuk membuktikan tentang do’a yang dikabulkan. Sang pangeran Reza, juga menjadi inspirasi buat para lelaki normal tentang ketulusan dan keikhlasannya menerima Putri Herlina menerima apa adanya, dan membuat keyakinan kedua orang tua Reza untuk merestui perkawinan ini. Ditunjukkan dalam acara sungkeman, sang ibunda Reza meberi nasehat yang lirih :

Baca lebih lanjut