Labirin Mencatat Kata

20150912_170326

Labirin Mencatat Kata – blognoerhikmat

Sebuah buku antologi puisi karya Siti Khodijah Nasution, Wiwiq Siswarahardja dan Usup Supriyadi yang diberi nama “Labirin Mencatat Kata” telah terbit di bulan Mei 2015. Entah apa, mereka memberi judul seperti itu, yang jelas kemerdekaan menghujamkan kata atau judul dalam puisi menjadi hak penuh hasil perenungan mereka bertiga.

Menelisik Kamus Besar Bahasa Indonesia – KBBI, arti “Labirin” disebutnya begini :

labirin/la·bi·rin/n1 tempat yang penuh dengan jalan dan lorong yang berliku-liku dan simpang siur; 2 sesuatu yang sangat rumit dan berbelit-belit (tentang susunan, aturan, dan sebagainya); 3 sistem rongga atau saluran yang berhubungan;

— akustikAnat telinga bagian dalam yang terdiri atas rumah siput dan saluran setengah lingkaran;
— menyelaputAnat bagian yang menyerupai selaput pada telinga dalam.


_
Dari arti disanalah mungkin ke tiga penyair ini membuat judul, sehingga terlahir dari labirin berupa kumpulan kata-kata. Bisa juga labirin ini mereka lalui serupa peristiwa-peristiwa yang menghujam perasaan halus, sehingga perlu diabadikan.

Dari ke tiga penyair ini, ada satu nama famliar buat saya, yaitu kang Usup Supriyadi (=lelaki kurus, yang tak mutlak kudus). Seorang bloger di WP yang saya kenal 4 tahun kebelakang. Dia cukup konsisten merangkai kata-kata dimanapun ia berada, sekarang ini beliau bermukim di http:.//usupsupriyadi.blogspot.com sesuai tautan di blognoerhikmat, hanya sayang saja pintu pagarnya terkunci rapat sehingga saya sudah tidak bisa bertamu lagi kesana, mungkinkah ada rumah-rumahnya yang lain ? mbah Google mencatat nama Usup Supriyadi ada 29.300 yang terindeks, nama beken juga rupanya.

_
Oke kita balik lagi ke “Labrin Mencatat Kata”, buku ini setebal 139 halaman, cukuplah untuk sebuah buku antologi puisi karena kalau terlalu tebal nanti dibilang orang berupa buku filsafat. Saya suka sekali dengan pengantar buku ini yang berkata ” Sang penyair sebagai ibu bagi puisi-puisi yang ditulisnya seolah tidak punya hak pengasuhan karena puisi-puisi tersebut akan mengelana sendiri menghadapi dunia dan zamannya “,Ada sekitar 130 puisi yang tercetak dan masing-masing mempunyai kekuatan magnet tersendiri, ada puisi pendek, ada juga puisi panjang.

_
Ada beberapa puisi pendek (sekali) yang kusuka :

Belukar
Aku telah lupa jalan pulang
dan hilang menjadi  d e b u
-Siti Khodijah Nasution-
________________________
Kisah Sekelumit
tanpa alamat
tanpa gelagat
tanpa sekelebat
menjulur kabut
apatah disebut…?
-Wiwiq Siswarahardja-
_________________________
Masak Air
api hadir
uap lahir
api lindap
uap lenyap
-Usup Supriyadi-
__________________________
Buku antologi puisi “Labirin Mencatat Kata”, saya beli langsung dari kang Usup Supriyadi dan dikirim via paket dari Bogor. Dari segi harga cukup murah untuk membeli sebuah karya sastra dibanding dengan kata2 yang ada didalamnya yang sangat berharga. Tentang isinya, saya tidak bisa berkomentar banyak karena sejatinya bukanlah penyair, tapi bentuk apapun puisinya ketika dibaca semasa hati yang pas, relung yang gersangpun jadi subur nan hijau, begitulah puisi adanya.
_
Buat yang merasa penasaran membeli buku ini silahkan berkorespodensi saja dengan 3 penyair tersebut lewat email atau mungkin sudah ada di toko-toko buku.
Mudah-mudahan karya ini bisa meramaikan dunia sastra Indonesia dan bisa diterima baik oleh penikmat puisi. Khusus buat kang Usup Supriyadi selamat ya… semoga lahir buku2 puisi yang lainnya, ditungu.
____________
Siti Khodijah Nasution, khodijah54@yahoo.co.id
Wiwiq Siswarahardja, wi2q.siswarahardja@gmail.vom
Usup Supriyadi, usupsupriyadi@gmail.com

tinggalkan jejak kata.....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s