Apakah Anda seorang Pembeli Impulsif ?

belanja-dan-rasa-lapar

Sore yang cerah tidak dilewatkan begitu saja oleh Reni, seorang pekerja di kota metropolitan. Hari itu dalam benak kepalanya,  sudah banyak hal yang ia rencanakan untuk melepas rasa penat di akhir minggu. Pilihannya adalah memilih mengunjungi salah satu mall yang baru saja dibuka. Tentu saja ia mengajak sabahatnya Indri dari departemen yang sama di kantornya.

“Ndri, ikut Aku dong, jalan-jalan ke mall yang baru buka, ada diskon gede-gedean !”  bujuk Reni

“Mau-mau ! gue juga pengen lihat koleksi sepatu di sana yang katanya juga ada diskon, ” sahut Indri yang juga tidak sabar ingin membeli sepatu hak tinggi, sebagai koleksi sepatu kerjanya.

Dan akhirnya, mereka bersepakat untuk pergi jalan-jalan sore,  ke mall yang baru dibuka dan letaknya kebetulan tidak jauh dari tempat kerjanya.

Sesampainya disana, sudah banyak pengunjung memadati mall. Mereka mendapati begitu banyak penawaran dari booklet yang baru saja didapat dari wanita di entrance Mall.  Reni dan Indri memutuskan untuk melihat bagian dept.store di lantai tiga dan mengakhiri ke supermarket yang lokasinya di basement.

Melewati koridor-koridor yang melingkar ekstra lebar, mata mereka menangkap pada display toko yang dirancang mewah,  langkahnya bersilangan jalan dengan para pembelanja yang menenteng kantong belanjaan penuh, hidungnya mencium aroma parfum internasional dan serta merta mencoba berbagai macam parfum di konter kosmetik. Dan mereka pun terlibat dalam percakapan seru.

” Kalau yang ini aromanya lembut dan elegan, pasti pasti cocok, ” rayu seorang wanita BA (Beauty Advisor) sambil menyemprotkan ke kertas sample, setelah beberapa jenis parfum yang dia tawarkan.

” Hmmm, ini enak wanginya dan kayaknya Aku suka. ” tandas Reni, dan sepertinya Indri mengangguk-menganguk meyetujui pilihan Reni.
Dan terjadilah transaksi pembelian parfum sebagai pembelian pertama mereka di mall itu.

Tidak terasa di bagian depatemen store, mereka sudah membeli berbagai barang seperti kaos, sepatu dan parfum. Dari sini saja, mereka sudah melakukan transaksi lebih dari satu juta rupiah.
Kejadian yang sama juga terjadi, ketika mereka mengunjungi supermarket di basement. Berbagai penawaran icip-icip gratis,  mereka coba dan secara tidak sadar mereka telah memilih barang-barang yang sebetulnya tidak dibutuhkan.

*******

Cerita di atas hanyalah ilustrasi, namun mungkin saja terjadi pada Anda, relasi Anda ataupun keluarga Anda.  Renungkan dan ingat-ingat apa yang anda lakukan hari ini dalam hidup Anda.  Apakah Anda juga seorang pembeli impulsif seperti Reni dan Indri ? menjadi obyek sasaran para pemasar.

Sebagai konsumen, Anda sehari-harinya mungkin dihadapkan oleh suatu serbuan  pesan iklan, spanduk, iklan di koran,  teve dan radio,  telemarketing atau bentuk yang lain. Atau terjebak dalam konsep pajangan Impuls buying  dan banyak lagi trik-trik pemasaran lainnya yang memang dirancang  untuk membangkitkan, menjaga dan mengintensifkan emosi dan perilaku positif terhadap brand, yang pada akhirnya merogoh kocek Anda !

Tulisan yang lain :

 

19 thoughts on “Apakah Anda seorang Pembeli Impulsif ?

  1. Wuaah masa seperti ini sudah berlalu pada saya.
    Saat ini saya sudah malas untuk jalan-jalan ke mall terlebih menghabiskan uang untuk hal tidak penting.
    Kang.. kok bisa ada lagu?keren euy… meuni asa kumaahaaaa,,,

tinggalkan jejak kata.....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s