Adidas, Bermula dari bisnis sendal jepit

adidas

Sejarah Adidas dimulai di Herzogenaurach, Jerman pada tahun 1920. Dua bersaudara Adolf (Adi) Dassler dan Rudolph Dassler pada awalnya hanya memproduksi sandal jepit dan selop. Pada suatu hari di tahun 1925, Adi berhasil merancang sepasang sepatu olahraga, dan sejak itu usaha perbaikan dan pengembangan dalam bidang sepatu pun terus dilakukan.

Setelah berbagai inovasi yang mereka lakukan, pada tahun 1927-an, perusahaan mereka sudah berhasil merancang sepatu khusus untuk berbagai keperluan olahraga, dan pada 1928 mereka memberikan sepatu mereka secara gratis kepada atlet-atlet yang berpartisipasi pada Olimpiade Amsterdam.

Didukung oleh kemajuan bidang penyiaran dan pertelevisian, dua bersaudara itu dapat menikmati keuntungan dari event olahraga seperti Olimpiade atau sepakbola, karena logo 3 strip mereka mudah dikenali dari jauh.

Walaupun berbagai kemajuan yang diraih, pada 1948 konflik antara Dassler bersaudara berakibat pada pecahnya perusahaan mereka. Adi Dassler menjalankan sendiri perusahaan, mengambil nama kecilnya Adi dan mengkombinasikannya dengan potongan nama belakangnya sehingga menjadi Adidas, ia pun mendaftarkan logo 3 strip sebagai trademark dari Adidas.

Sedangkan saudaranya Rudolph berpindah ke bagian lain dari kota itu dan mendirikan perusahaan olahraga miliknya sendiri, Puma.

Pada tahun 1971 Muhammad Ali dan Joe Frazier yang menjadi icon olahraga tinju pada saat itu, sudah menggunakan produk Adidas. Pada Olimpiade Munich 1972 1.164 dari 1.490 atlet internasional menggunakan Adidas. Sehingga pada tahun 70-an Adidas mencapai masa jayanya.

Setelah krisis pada awal 80-an, terutama karena berjayanya Nike di pasar internasional, Adidas berhasil mengembalikan pamornya pada tahun 1986 ketika Run D.M.C, sebuah grup rap dari New York, membuat lagu yang berjudul My Adidas, dan sekaligus mempopulerkan sepatu Adidas yang mereka pakai tanpa menggunakan tali. Hal tersebut menjadi gaya tersendiri yang banyak ditiru oleh fans-fans mereka.

Sumber : Ciputra Entrepreunership

9 thoughts on “Adidas, Bermula dari bisnis sendal jepit

  1. Wah, luar biasa ternyata kisah tentang adidas ini…
    Saya pribadi pernah bekerja di pabrik sepatu. Gak terlalu lama, tapi rasanya cukup untuk mendalami proses produksi dan anatomi bisnis sepatu ini sebenarnya.

    Boleh kapan-kapan kita diskusi mengenai industri sepatu ini. Menarik juga untuk dikaji.

    Salam,

  2. yup.. setuju, fokus di satu bidang dan kembangkan. Jadi inget mantan boss saya dulu juga bisnis bermula dari penjual telur keliling, meninggkat jadi boss kem chicks

  3. Dari beberapa tulisan terdahulu seperti kecap bango, tas elizabet dan postingan adidias ini sepertinya ada satu kesamaan yaitu mereka fokus pada satu produk hingga bisa berlanjut hingga berganti generasi.

tinggalkan jejak kata.....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s