greysi dan si leher beton

greysi yang galau

Hari-hari ini adalah hari terberat buat greysi, perkaranya adalah kucing jantan si leher beton tidak menampakkan batang hidungnya. Beberapa kali ia mengeong pada malam hari yang tidak biasanya terjadi dan bahkan sering duduk diam sambil mata dengan tatapan kosong.


Perjumpaan dengan kucing jantan si leher beton, terjadi saat kegiatan rutinitas greysi pada pagi hari. Ya, setiap pagi hari greysi memperoleh kebebasan untuk bermain di halaman rumah. Di suatu pagi, greysi seperti biasa berlari-lari kecil dengan riangnya sambil menciumi semua rumput dan daun yang ada di halaman, namun alangkah kagetnya ia ketika dari luar pekarangan, tiba-tiba terdengar suara kucing jantan mengeong tajam sambil mengendap-ngendap mendekati greysi.
Ekspresi greysi saat itu hanya diam seribu bahasa, mungkin jarang sekali ia melihat kucing lain di sekitar rumah kami. Dan parahnya greysi, dengan santainya dia sambil duduk menjilati bulu-bulunya. Kami menduga greysi cuek bebek karena tidak suka dengan kedatangan si leher beton yang bermuka pas-pasan,  whahhahhaaa…teganya kamu grey.

Kucing jantan si leher beton, kami juluki seperti itu karena kalau mendatangi greysi selalu saja pasang muka ganteng dengan cara leher menegang sambil muka mlitir ke kiri dan ke kanan. Jujur saja kalau kami menilai si leher beton dalam skala 100 point kegantengan, dia cuma dapat 50 point !!! sebabnya adalah postur tubuhnya jauh dari berotot apalagi six pack…whahahhaha serta wajahnya yang kayaknya kurang gaul gitu. Sehingga kami kurang setuju dengan pinangan kucing jantan si leher beton.

Walau demikian, kegigihan sileher beton benar-benar luar biasa untuk menaklukan greysi. Awalnya juga kami tidak khawatir karena sikap greysi yang biasa-biasa saja. Setiap pagi si leher beton sudah nangkring di depan rumah, mungkin dia tahu kalau saat itu greysi akan main keluar. Bahkan kamipun tidak mengusir si leher beton karena merasa dia tidak cukup tampang dan melihat greysi yang cuek bebek.

Namun rupanya sikap cuek bebek greysi ternyata jauh dari dugaan kami. Beberapa hari terakhir nampak kegelisahan greysi yang tidak mendapatkan si leher beton yang biasanya nongkrong pagi hari di depan rumah. Sangat terlihat sekali kegelisahannya, sampai -sampai greysi dengan tatapan mencari kesana-kemari untuk mencari pujaan hatinya. Rupanya sikap cuek bebek selama ini, adalah betul-betul jurus “kejar daku biar kau kutangkap”.

Seperti kita, kalau sudah seperti ini akhirnya seringkali kami harus menenangkannya sambil banyak mengelus-ngelus bulu tubuhnya, sambil berdialog untuk menenangkan supaya jangan gelisah (pakai bahasa alay..). Cara ini kelihatan  sedikit banyak bisa menenangkan greysi, sehingga tidak mengeong-ngeong yang kalau mendengarnya pastilah kita bisa merasakannya ada kesedihan disana. Pertanyaan kami, kemanakah si leher beton ? apakah dirimu sudah habis jurus pamungkas ?. Padahal disudut sana, greysi sudah takluk untuk menerima pinanganmu……greysi oh greysi.

Cerita greysi yang lain :

22 thoughts on “greysi dan si leher beton

  1. nasibnya sama dengan kucing saya si ireng, dia malah susah ngedektin kucing cowok, sekali ada kucing cowok yang saya bawa buat dikawinin, si kucing cowoknya malah suka kabur menjauhi si ireng…

  2. hehe dan kucingpun harus menerima kenyataan kalau tidak semua wanita bisa dikencaninya haha..

    aku suka banget kucing, cuma kalau cewek takut melihara sekarang.. takut beranak pinak..

tinggalkan jejak kata.....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s