Keunggulan Bersaing Ritel

competition

Sustainable Competitive Advantage

Dalam persaingan dunia ritel yang makin ketat, kita bisa lihat pemain-pemain ritel yang berjatuhan karena kalah bersaing, dan munculnya peritel yang mampu unggul dalam waktu yang lama dan teruji. Menakjubkan kala mendengarkan kisah brand-brand Internasional seperti McDonald’s , Walmart dapat mempertahankan keunggulan dan terus berkembang, ataupun peritel nasional seperti Matahari dept.store, Toserba Yogya, Ramayana,  yang selalu dimulai dengan kekuatan tekad dan kerja keras founding father-nya dan bisa dilanjutkan oleh generasi keluarga berikutnya dan para profesional-nya.

Pasti ada yang bisa dipelajari dari para peritel yang mampu mempertahankan Keunggulan Bersaing Berkelanjutan (Suistanable Competitive Advantage). Menurut Levy & Weitz (2004) dalam bukunya “Retailing Management” , Ciri-ciri peritel yang unggul bersaing adalah mempunyai :

  1. Konsumen Loyal, para peritel yang sukses pasti dikerubuti oleh konsumen-konsumen yang fanatik untuk terus berbelanja kepadanya, walaupun ada kompetitor yang ada di dekat dengan rumahnya, ataupun kompetitor yang menyediakan fasilitas lebih. Konsumen loyal terbentuk bukan dalam waktu yang pendek, tetapi butuh waktu dimana konsumen tersebut bisa terpenuhi tingkat kepuasan yang tinggi dan akhirnya terbentuk sebuah brand image ritel dalam benaknya, sehingga tingkat loyalitas fanatik yang sulit pudar oleh kompetitor lain. Selalu gunakan database konsumen loyal untuk terus meningkatkan hubungan emosional dan informasi perbaikan layanan.
  2. Layanan Konsumen, Untuk menciptakan loyalitas konsumen, dibutuhkan strategi khusus. Dan peritel yang unggul adalah mereka yang selalu peduli dengan program peningkatan layanan kepada konsumen secara konsisten. Layanan konsumen termasuk didalamnya adalah prosedur layanan dan karyawan yang dibangun untuk memberikan layanan sempurna. Peritel harus menciptakan kemudahan-kemudahan berbelanja dan karyawan yang selalu siap membantu. Berikutnya dibutuhkan konsep layanan yang lebih luas yaitu Customer Relation Management (CRM), yang meliputi menjamin kepastian penanganan keluhan konsumen, memastikan program layanan-layanan khusus menggaet konsumen baru atau pelanggan tetap. Sehingga peritel harus memastikan konsumen akan dipuaskan sebelum dan sesudah transaksi pembelian di toko.
  3. Lokasi,  banyak bukti juga bahwa lokasi toko yang strategis menjadi satu keunggulan yang berkelanjutan, dibandingkan toko-toko yang asal bangun dimana peritel tidak memperhatikan konsep mencari lokasi toko strategis. Walaupun faktor lokasi toko tidak selalu menjadi kunci sukses, masih ada  faktor-afaktor yang mempengaruhinya, misalnya adalah lokasi toko menurut teori tidak strategis tapi brand equity  toko tersebut sangat kuat sehingga tetap saja laris.
  4. Manajemen Sumber Daya Manusia, kebutuhan sumberdaya manusia dalam bisnis retail yang maju bukan terletak dari banyaknya sdm, tapi kualitas orangnya, sehingga perusahaan ritel harus memastikan proses pembentukan sdm yang unggul mulai dari tingkat pramuniaga sampai dengan jajaran direksi. Seringkali kita lihat kenyataan di lapangan adalah para pramuniaga sebagai ujung tombak pelayanan menjadi tolok ukur kepuasan konsumen, atau seorang store manager yang dituntut untuk terus memastikan operational excellence sehingga memenuhi pencapaian misi dan visi perusahaan. Semua itu dibutuhkan Manajemen SDM yang unggul mulai dari proses perekrutan, pelatihan, konseling, rotasi,mutasi, promosi, penggajian, punish-reward serta  kaderisasi pemimpin yang tepat sesuai basis kompetensi. Pada akhirnya perusahan ritel harus memastikan mempunyai sdm yang punya hasrat berdagang dan mau berkarir dalam bisnis ini.
  5. Sistem Distribusi dan Informasi, Salah satu kepuasan konsumen adalah mendapatkan barang murah dan kecepatan serta kepastian mendapatkan barang tersebut. Hal ini bisa terwujud apabila perusahaan ritel bisa memastikan biaya operasional yang efisien, sourching vendor yang tepat serta pengiriman barang dari vendor atau warehouse ke toko-toko lebih cepat. Sehinngga penentuan harga jual bisa kompetitif. Selain itu investasi sistem informasi ritel harus terus update sesuai dengan tantangan perubahan dan penambahan jumlah toko, ini sangat berkaitan juga dengan kecepatan operasional toko bisa mengakses data-data barang di toko untuk proses selanjutnya. Ingat ketersediaan barang dan harga kompetitif adalah salah satu kunci sukses ritel !!.
  6. Hubungan dengan vendor (pemasok), hubungan harmonis yang tercipta antara peritel dengan vendor adalah hal yang penting, karenanya kepastian konsumen mendapatkan barang dan harga kompetitif tetap terjaga. Hubungan yang harmonis terjalin butuh waktu dan kepercayaan satu sama lain, vendor ingin memastikan tingkat pertumbuhan selling-in yang signifikan serta pembayaran tepat waktu sedangkan toko membutuhkan barang untuk peningkatan selling-out dan manajemen marjin. Tidak jarang peritel yang unggul bisa mendapatkan barang dan berkualitas dengan melakukan Businness Review tahunan, untuk menetapkan target-target penjualan serta evaluasi terhadap Term Of Payment (TOP), Stock Keeping Period (SKP), Service Level (prosentase pemenuhan barang oleh vendor).
  7. Uniq Merchandise, Ritel yang unggul bukan saja menyediakan barang-barang yang dibutuhkan konsumen yang pada dasarnya disediakan juga oleh kompetitor lain, tapi juga butuh magnet yang cukup untuk menarik minat konsumen membelanjakan uangnya di toko tersebut. Salah satunya adalah penyediaan barang-barang yang unik. kategori unik bisa diartikan lebih komplit di depatemen tertentu, misalnya Hero dengan think fresh-nya, maka konsumen selalu mengingat produk-produk fresh Hero lebih komplit dan segar. Ataupun bisa dengan cara lain misalnya penyediaan barang impor untuk kategori food dan non food departement. Uniq Merchandise juga bersifat trend pada waktunya, contohnya adalah trend kuliner menjadi faktor magnet saat ini sehingga hampir semua peritel berlomba menyajikan kuliner yang unik dan populer. Semua itu menjadi pembeda dengan kompetitor lainnya, sehingga konsumen akan terus diajak menginvestasikan waktu dan uang dengan berbelanja lebih banyak.
sustainable advantage

Methods of  Developing Sustainble Competitive Advantage, Source : Levy & Weitz, Retailing Management

 

Menyimak ciri-ciri tersebut, tentunya tidak bisa unggul salah satunya, mesti saling mendukung, sehingga kondisi Sustainable Competitive Advantage para peritel tetap terjaga dan kontinyu. Selain 7 faktor tersebut, tentunya masih ada hal lain untuk membuat ritel yang unggul, yaitu unggul dalam Retail Mix ( Bauran ritel ) meliputi variabel  Product, Price, Place, Promotion, People, Presentation & Procedures.

Selain itu, perlu juga dikaji secara mendalam mengenai rugi-laba para peritel yang unggul. Peritel yang unggul adalah kemampuan untuk mengelola pendapatan dan pengendalian biaya sehingga memperoleh laba yang optimal.

Dalam bukunya Michael E.Porter berjudul “Competitive Advantage” bisa kita simak perspektif yang lebih luas peran serta strategi perusahaan menghasilkan laba yang optimum, bisa dipelajari dalam presentasi slideshare berikut ini :

Related Post :

Mencari lokasi toko strategis

Prosedur mendirikan toko ritel tradisional dan ritel modern

6 thoughts on “Keunggulan Bersaing Ritel

  1. Ping-balik: Retail Mix, jurus ampuh jualan toko | blognoerhikmat

tinggalkan jejak kata.....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s