Puisi untuk Ayah

20120729_142659

Ayah….
terbersit ingatan waktu kecil
kau menatapku dari kejauhan
tidak berkedip mata mengawasi bocah berlarian
sesekali teriakmu menjaga awasku
terasa aman diselingi gelak tawa memecah

Ayah…
sering kau bercerita tentang manusia
diajari aku tentang kerasnya dunia
sering kau bercerita tentang alam semesta
diajari aku mengenal Tuhan Sang pencipta
Kasih dan sayang jadi pelajaran hidup

Ayah…
do’a mu selalu terdengar untuk anakmu
di setiap siang, disetiap malam
di setiap detik ada do’a mu untuk anaknya
di setiap suka maupun duka
terjagalah anakmu bersama Tuhan

Ayah…
sekarang kulitmu sudah keriput dan tak muda lagi
sakitpun silih berganti menderamu
berdiri dan berjalanpun sudah tak mampu
berkata-katapun sudah lemah
tetap saja bersahaja walau demikian

Tuhanku..
aku yang sudah tidak bocah lagi
jadikan waktu dan do’a ku selalu hadir untukmu Ayah
walau jarak jadi pemisah kita
jangan memisahkan batin dan kasih sayang kami untukmu Ayah
kekuatan MU lah yang tetap menyatukan kami

Tuhanku…
sayangilah Ayah sampai akhir hayatnya
mudahkanlah Ayah untuk melewati senjanya
muliakan Ayah di penghujung jalan yang dilaluinya
jadikan kami anak-anaknya selalu mendo’akan Ayah
ijinkan kami membalas semua kebaikan dan kasih sayang Ayah

“Rabbighfir lii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa”

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

9 thoughts on “Puisi untuk Ayah

  1. Ping-balik: Cintaku ada di setiap Arummanis | blognoerhikmat

tinggalkan jejak kata.....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s