Mencari lokasi toko strategis

petaSeringkali pengusaha yang ingin membuka usaha toko merasa kebingungan untuk mencari lokasi toko strategis, hal ini dikarenakan pemahaman faktor lokasi toko menjadi kunci sukses penjualan, padahal masih banyak faktor keberhasilan sebuah toko. Dan seringkali kemapuan melihat lokasi toko dianggap suatu insting bisnis yang tidak dipunyai oleh semua pengusaha.

Insting bisnis bisa menemukan lokasi toko yang tepat, biasanya dipunyai oleh seorang pengusaha yang berpengalaman dan telah menjadi satu vision dalam kepalanya. Akan tetapi insting tersebut sebenarnya bisa diterjemahkan secara teori dan pemaparan yang logis.

Penentuan tips mencari lokasi toko strategis bisa dilakukan pendekatan sebagai berikut :

Area Perdagangan

Area Perdagangan adalah tempat area berdagang yang berdekatan secara geografis dengan tempat pemukiman penduduk yang menjadi potensi pembeli. Area perdagangan dibagi tiga zona :

  • Zona primer, zona yang terbentuk karena kurang lebih 60% pembelinya datang dari pemukiman terdekat dengan lokasi toko.
  • Zona sekunder, zona yang terbentuk karena kurang lebih 20% pembelinya datang dari pemukiman terdekat dengan lokasi toko.
  • Zona tersier, zona perdagangan yang terbentuk karena :
  • Konsumen datang membeli karena toko yang terdekat tidak lengkap,
  • Akses jalan raya dan transportasi umum yang mendukung,
  • Lokasi toko berada di daerah wisata, kampus, rumh sakit dan daerah spesifik yang lain.
  • Lokasi toko yang berada di antara frekuensi lalu-lintas kegiatan penduduk.
  • Lokasi toko yang berada di Mall, pusat perdagangan yang spesifik.

Analisis sumber-sumber informasi :

  • Survey independen, survey yang dilakukan oleh calon investor atau konsultan yang ditunjuk, untuk menemukan peta lokasi konsumen ( customer spotting) dan lokasi kebiasaan belanja konsumen.
  • Penggunaan data sensus penduduk, yang didapat dari pemerintah lokal, ataupun data dari Biro Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia, yang meliputi data demografi penduduk dan data kemampuan daya beli penduduk.
  • Data internet, berupa berita ekonomi, pertumbuhan penduduk, lifestyle dll.

Peta lokasi kompetitor, diperlukan guna menentukan konten layanan toko dan ukuran besar toko.

Lokasi toko di kelas jalan berapa ?, maksudnya kelas jalan mempengaruhi tingkat aksesibilitas menuju toko, tentunya jalan-jalan utama atau kelas jalan provinsi akan jadi magnet tersendiri.

Lokasi bebas rawan bencana alam, faktor yang terakhir ini mungkin menjadi perhatian yang tidak bisa diabaikan begitu saja, karena investasi yang besar, karena faktor biaya pemeliharaan yang meningkat seiring dengan resiko bencana yang rutin terjadi. Contoh kongkretnya adalah bajir besar di Jakarta, di beberapa tempat yang berdekatan dengan bantaran sungai Ciliwung dan daerah-daerah yang berada di dataran rendah, mempunyai resiko besar biaya kerugian yang akan ditanggung. Tapi hal ini pun ternyata tidak menyurutkan insting bisnis seorang pengusaha, karena walaupun berada di lokasi rawan bencana banjir tapi karena syarat-syarat lokasi strategis yang lainnya terpenuhi sehingga tokonya laris dan menganggap resiko rawan banjir justru jadi tantangan !! .

Selain dari uraian tersebut, sebagai calon investor perlu juga merencanakan tingkat layanan toko yang disesuaikan dengan karakter lokasi demografi penduduk, sehingga keunggulan berkompetisi dapat dicapai. Dan perlu di ingat, bahwa setelah mendapat lokasi toko strategis belum menjadi jaminan utama menjadikan toko yang laris, masih ada variabel lainya yang perlu diperhatikan, seperti modal, barang, harga, sdm dll.

tulisan terkait

7 thoughts on “Mencari lokasi toko strategis

  1. Ping-balik: Retail Mix, jurus ampuh jualan toko | blognoerhikmat

    • Dalam Studi Kelayakan untuk penentuan lokasi, data profil calon konsumen dapat dijadikan parameter potensi pasar, dari data demografi kita bisa lihat berapa banyak jumlah penduduk, kepala keluarga, jenis pekerjaan, umur dan sebagainya. Data tersebut bisa kita akses dari web.BPS (Biro Pusat Statistk) untuk mendapatkan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan tingkat inflasi suatu kota, sementara untuk data demografi bisa kita minta ke tingkat kecamatan atau yang lebih tinggi, sementara Tingkat daya beli atau Basket Size perlu didapat secara survey independen atau ke konsultan pemasaran yang tentunya tidak gratis

  2. satu lagi, hindari di zona area yang banyak premannya, kayak saya buka toko grosiran malah besar biaya keamanannya😦 ampe pusing…adakah kiat untuk yang satu ini mas?
    – yudith –

    • Iya….betul, resiko tempat rame tapi lingkungan banyak yg ganggu jadi biaya tambahan. Dimana saja sekarang trennya begitu, yg proposal, Lsm dan lain2. Selama binis kita masih profitable termasuk didalamnya mengeluarkan biaya keamanan dan kordinasi, jalan terus saja. Memang yg saya rasakan adalah bila terlalu dekat dengan mereka kurang bagus juga,sedikit2 minta japrem jadi seperlunya dalam batas kewajaran. Tapi perlu juga kita mengimbangi dengan kedekatan para tokoh masyarat dan pemuka agama, ingat pepatah “makin tinggi pohon, makin kuat guncangannya” . Disini peran seni bersosialisasi makin dibutuhkan, selalu cari jalan berkomunikasi setiap ada masalah yg berhubungan langsung dengan bisnis kita dan pastikan win2 solution, tapi terkadang diam pun bisa jadi solusi ketika memang posisi bisnis kita punya kharisma di tengah lingkungan masyarakat. Tanamkan kepada pegawai untuk selalu membawa nama baik perusahaan, karena tidak sedikit friksi ditimbulkan juga karena ada masalah itu. Dan sekarang sudah ga jamannya lagi pakai beking2an aparat…sami mawon hehehe…keep calm & sprit in chaos🙂

tinggalkan jejak kata.....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s