pijakan hati _ tweet on Nov’12 #puisi

capture-20130107-185905

Kumpulan tweet “pijakan hati” @budi_noer, di bulan November 2012 :

    • Janganlah hilangkan rasa satoe yang menjadi ruh nusantara #puisi
    • Ohh….para ruh2 yang melayang, janganlah kau menangisi bumi pertiwi, karena kami adalah orang2 bodoh yg mencabik dagingnya sendiri #puisi
    • Kita memang beda tapi tidak seharusnya membeda-beda diantara kita #puis
    • Darah yg mengalir di tanah ini sudah tidak lg suci karena ada jahanam disana #puisi
    • Sudah tidak sedikit air mata yg kering dr orang yang dizalimi, tidakkah kita takut akan azab Allah ataukah iman kita sdh mati ?? #puisi
    • aku yang terjaga selagi burung2 mulai berterbangan kudapati lipatan lelah masih membekas darah #puisi
    • Insomnia pagi ini terlalu kuat untuk merenungi betapa nikmatnya matahari terbit #puisi
    • mantera terlarung mengarungi arus, memecah hening pagi menuju air terjun 1 juta asa #puisi
    • Mencatat kembali jejak2 petualang rimba fana selagi pena sudah habis tinta emasnya #puisi
    • sekelilingku sekarang hanya bisu, bulu roma tegak berirama #puisi
    • Tombak racun cintamu masih kalah dengan selendang perawannya, kau lelaki !! percuma berguru ke ranah silat #pusi
    • Elok pula kau bercakap, sekejap kemudian hanya harum wewangian #puisi
    • Guntur berujar memburu kilat berlarian kencang, Ku tak gentar walau sakit tak kepayang #puisi
    • Kamu memang antah berantah sementara dimana-mana aku menemukan bayangku #puisi
    • Buku sakti tentang cinta itu akhirnya harus tertutup debu waktu, aku dan kau yang tinggal penggalan kata #puisi
    • Waktu akan mencatatnya sebagai sejarah, aku membacanya dengan terbata-bata #puisi
    • Selalu ada asa disetiap duka, dalam kelam pasti ada benderang #puisi
    • Akhirnya aku bisa melaju kencang diatas 100km/jam bersama my follower, wushhhhh……#puisi
    • Biarlah bayangku yg kau dapat, biarkan raga ini menuju langitnya langit #puisi
    • Angin…bawalah lelahku menuju ketempatnya semula, atau aku yg menjadi angin #puisi
    • tubuhku meliuk-liuk terjatuh dan terbawa angin, terjatuh berserakan jadi daun2 kering yg malang #puisi
    • Wangi Paris Hilton-mu terlalu kuat untuk Jaguar-ku, menembus angin seharusnya menjauh pesonamu #puisi
    • Lelah penat terbitlah semerbak bening embun, jiwa yg makin ringan melambung #puisi
    • Bara api membakar ruh2 tak padam karena masih tersisa banyak onggokan semangat #puisi
    • Anak2 sungai berkelok indah menuju bunda kemanapun pergi #pusi
    • Aku hanya menciptakan kata2 bukan memilih kata2 untuk mu #puisi
    • Bebankan aku sebuah masalah daripada sejuta kenikmatan yg semu #puisi
    • Kemanapun tubuh melangkah, bayanganku sudah lebih didepanku, jiwaku ternyata lebih ringan dari kapas #puisi

  • Aku bukan penyair, bukan pula pujangga apalagi satrawan aku hanya mie instan, tinggal lahap saja #puisi
  • troley hatiku telah penuh belanja asmaramu #puisi
  • tak mungkin cintaku telah expired , yg ada mungkin penyok2 dikit #puisi
  • biar dompet tipis , yg penting cinta boleh berlayar di mall #puisi
  • kalau dirimu manequin, aku mau jadi bajunya #puisi
  • ibarat escalator knapa hati ini otomatis menuju pelukanmu #puisi
  • Habis sudah memori yang dulu katanya indah pada saatnya, dear memori sudah saatnya tidur terlelap #puisi
  • Dari lamunanku yang terdalam aku terus berkeringat menerjuni tubuh yang jadi dasar sungai #puisi
  • Wahai gelap tidakkah kau beranjak sunyi sepi meninggalkan jiwa yang tak mungkin jadi mimpi #puisi
  • diamku membatu entah sampai kapan tergerus oleh bebatu yang lebih berat dan besar..?? #puisi
  • Aku adalah pagi yang berkabut, menyelinap, mengendap dan senyap #puisi
  • Aku juga bulir embun yg menyegarkan hijaunya bumi dan jiwa2 yg kerontang #puisi
  • Aku juga masih terjaga dalam dekapan embun pagi yg membeku #puisi
  • Jasadku yang belulang, jangan kembali hidup memegang bambu runcing, kalian memang membuat gaduh !!! #puisi
  • Teriakku adalah Bung Tomo, tanganku sekuat Patimura, dan aku mau semangatku jadi warisan leluhur nusantara #puisi
  • Jutaan jiwa melayang demi sebatang kara disia-siakan oleh badai nafsu angkara murka #puisi
  • Dulu antara Krawang-Bekasi kini antara Istana-DPR #puisi
  • Jangan bilang putihnya tulang atau merahnya darah pahlawan, kalau kalian masih memakan tulang dan darah bangsa sendiri !!! #puisi
  • seminggu aku berlalu, berhadap senyap, memahat hampa, tak berasa aku bertahan #puisi
  • Rasa boleh dirajam, badan boleh letih , kepala pun boleh tertunduk tapi iman tetap tegar kokoh #puisi
  • Tengadah tangan ini, kudapati asa yg terbang tinggi, hinggap di bandara2 langit #puisi
  • Di bandara2 langit kujumpai manusia2 bermuka sumringah dengn mulut komat-kamit lafadz syukur #puisi
  • Di bandara langit, aku masih meneruskan perjalanan antar awan, hinggap dan merasakan tidur diatas awan #puisi
  • Di balik sejuknya awan, kudapati tubuhku pulas dikelilingi bidadari2 cantik menawan, aku yg tertawan mimpi #puisi
  • Kuburkan jasad kelam berkalang tanah, langkah tegap menatap benderangnya 1434 hijriyah #puisi
  • Jadikan panji bendara semangat hiriyah, menyatu dan mengumpul menjadi prajurit2 di medan fana #puisi
  • Obor2 itu tetap menyala, meliuk-liuk seperti penari yang menyemangati, kudapatkan dada membusung sebagai panji Hijriyah#puisi
  • Berpuluh kali Hijiriyah, knapa kau dapatkan dirimu hanya digerbang yg sama??, jangan kau bertanya dengan bayangmu !! #puisi
  • Apakah mungkin kubunuh musuh2ku dengan pedang tumpul dan berkarat ??, sementara tergolek kalam Ilahi ditanah yang gersang #puisi
  • Melahap saja sekalian, biar ku telan bulat2, tetap saja tidak kenyang, kamu memang terlalu kapas #puisi
  • Ijinkan kutinggalkan rasa ini tetap diam dalam mukutku, sehabis madu itu tinggal setetes #puisi
  • nikmatnya sulit diukur dengan kata2 tapi terasa oleh butiran keringat…lepuh sudah lelah #puisi
  • selagi tidur dan selagi terjaga tetap saja november rain, sepertinya lirik itu meyapa dalam guyuran hujan …. #puisi
  • Ratapanmu menghujam ulu hati, bertubi dan memelas, kubiarkan tubuhku merasakan, sampai lebam turut duka #puisi
  • Jarak jauh tak di duga, Senyap pun sudah tuli, gundah hati berasa, bila engkau mengiba diri #puisi
  • Getir yang bersahutan dibalik gunung, aku yang terbelenggu jarak, merantaulah duka ke hutan asa #puisi
  • Jangan arungi sungai darah ini, tidak ke hulu ataupun ke hilir, tapi berperahu ke tepian, karena telah tanah berpijak dengan benar #puisi
  • bila langit rindu menangis, turutlah mataku berduka, membasahi bumi yang sama #puisi
  • ribuan kilometer berjalan sudah, tak satupun halte yang kusinggahi, biarlah tetap berjalan menuju stasion hati yg abadi #puisi
  • Rehatlah jiwaku yg rapuh, berbasuh dengan wudhu, mengadulah duhai hati yg kerontang, mencari bening yg teduh di hamparanNYA #puisi
  • terpejam mataku terpaksa melihat dalam gelap, kudapati bayangmu tetap bersinar terang menanti penjaga hati yg berkelana #puisi

Follow “pijakan hati”,  just klik…..

pijakan hati

12 thoughts on “pijakan hati _ tweet on Nov’12 #puisi

tinggalkan jejak kata.....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s