I love Apple

Judul postingan kali ini saya beri judul “I love Apple”, sebuah judul yang sedikit menggoda, mengingatkan dengan tagline product IT, tapi apple-nya yang ini betul2 apel yang bisa dimakan. Saya suguhkan postingan yang ringan dulu tentang product knowledge mengenai buah apel yang biasa ditemui sahabat bloger di supermarket khusus bagian Fresh department.

Manfaat buah apel, seperti yang sudah umum kita ketahui adalah baik untuk kesehatan, terutama mencegah penyakit jantung, stroke, kanker usus besar. Khasiat ini  dikarenakan apel mempunyai zat pektin dan karoten (serat larut dalam air) yang merupaan zat anti kolesterol, pektin dapat meyerap menyerap kelebihan air dalam usus dan memperlunak feses  serta mengikat dan menghilangkan racun dalam isi usus. Selain itu apel mempunyai senyawa  anti kanker, menurut riset terungkap senyawa itu meliputi ellagic, asam cafeic, klorogenik dalam jumlah 100-130 mg/100 g apel.

Apel di dunia terdapat kurang lebih dari 7500 jenis, yang biasa kita ditemui di supermarket memang kebanyakan adalah apel impor dan yang paling banyak jenisnya adalah Apple Washington dari USA dengan 9 jenis populer, tapi tidak sedikit juga yang didatangkan dari New Zeland dan China. Sedangkan apel lokal Indonesia yang sering dijual di supermarket adalah apel Manalagi dari daerah Malang.

Jenis Apple Washington

1.Red Delicious, warnanya merah hati kadang2 bergaris, rasanya renyah (bukan kriuk) dan manis. Biasanya dijual dalam ukuran besar (biasa dinamakan apel USA besar) dan kecil (biasa dinamakan apel USA kecil) . Berasal Peru dan negara baian Iowa, jenis ini di negeri asalnya USA adalah apel terfavorit, biasa dimakan langsung atau diproses jadi salad, juice, atau resep yang lainnya.

2.Golden Delicious, warnanya kuning kehijau-hijauan, rasanya lembut dan manis. Berasal Clay County, West Virginia. Selain dimakan langsung, jenis ini paling baik untuk dibuat salad.

3.Gala, warnanya  semburat pink-oranye berlatar belakang kuning, rasanya renyah beraroma manis yang tajam, ukurannya relatif kecil dari jenis red delicious ukuran besar. Berasal dari New Zeland, jenis ini menjadi apel favorit di seluruh dunia setelah red delicious.

4.Fuji, warnanya aslinya dari jepang adalah oranye dengan semburat pink, tapi jenis Fuji apple washington lebih gelap, rasanya sangat renyah kriuk dan manis sedikit asam, ukurannya bisa melebihi jenis red delicious. Berasal dari Jepang, di pasaran Indonesia, jenis ini lebih laku karena harganya dibawah red delicious, dan jenis yang paling populer dipasaran adalah Fuji RRT dan Fuji Sunmon.

5.Granny Smith, warnanya eksklusif hijau, rasanya sangat renyah kriuk sedikit asam, dengan ukurannya rata2 sedang. Berasal dari Australia, dipopulerkan oleh nenek Maria Ann Smith (sehingga dinamakan – Granny Smith) dengan bibit dari crabapples Perancis.

6.Braeburn, warna umumnya merah dengan bagian atasnya ada gradasi oranye, rasanya renyah manis sedikit asam. Berasal dari New Zeland.

7.Honeycrisp, warna merah terang dan bergradasi hijau, rasanya renyah sedikit lunak. Berasal dari Minnesota.

8.Cripps Pink, warna merah bergradasi pink cerah, rasanya manis yang spesifik sedikit asam. Berasal dari Australia.

9.Cameo, warna merah sedikit bergradasi hitam, rasanya manis. Berasal dari Dryden Washington.

Dari 9 jenis apple washington ini, hanya 4 jenis yang sering didapatkan di supermarket Indonesia yaitu red delicious, gala, granny smith, fuji.

Tentang mana yang enak, tinggal selera sahabat bloger saja untuk memilih apel mana yang cocok. Untuk memilih apel yang baik pada saat belanja di supermarket, selain penampilan dan tekstur kulitnya masih segar (fresh) tentunya paling baik memilih apel yang masih ada tangkainya, karena bisa tahan lama dan daging buahnya lebih fresh, selain itu perhatikan kulit apelnya terhindar dari flek dan bekas benturan dan jangan memeriksa kekerasan buah apel dengan kuku karena tidak berdampak apapun selain merusak dagangan orang lain😀 . Nah…, mumpung sekarang di akhir tahun, buah apel USA Washington sedang panen, jadi di beberapa supermarket pasti sedang promo buah ini, tidak salahnya sahabat bloger menyempatkan beli buah Apel demi kesehatan.

Selamat berburu Apel…….

🙂🙂🙂🙂

88 thoughts on “I love Apple

    • owh…..apel moonlight ya,
      sebenarnya tidak ada jenis apel itu, apel dengan label moonlight (label biru dengan kalimat moonlight dan gambar moonlightnya) adalah apel Fuji RRT,
      yang dibudidayakan di RRT, kemudian diekspor ke seluruh mancanegara dengan label moonlight. Apel ini termasuk yang cukup digemari di pasar lokal Indonesia.
      Semoga ini menjawab pertanyaan raksaka…..

      salam apel
      blognoerhikmat🙂🙂🙂🙂

  1. Kayak yg dibilang Mas Budi kalo penguasaan pasar nasional dari apel lokal kurang dari 5%. Sayang banget mas ya? Mestinya ada upaya dari berbagai pihak untuk melakukan perbaikan pasar. Biar rakyat Indonesia bisa menikmati hasil taninya…
    Sukses selalu untuk anda mas…

  2. Haduhh…jadi laper & haus nih…😀

    Apel Manalagi ga ada potonya. Harusnya ada juga profil apel dari negeri sendiri. *cintaprodukindonesia. hehehe.

    • Apel dan PIr beda family-nya….kalau apel masuk family rosaceae (mawar-mawaran), dari tektur dan kadar air, pir lebih banyak kadar airnya dan baik untuk pencegahan kada gula darah, karena menghasilkan serum insulin.

  3. yang aku tau buah apel ini lebih asam daripada jeruk. makanya orang yang sakit gastritis, atau sedang terkena demam thyphoid, gak boleh makan buah ini terlalu banyak.

    tapi selebihnya, buah ini memang sangat bermanfaat, terutama kandungan seratnya yang sangat tinggi. bahkan ada slogannya loh mas, “an apple a day, keep the doctor away”,. sukak banget sama slogan itu.hehe

    salam kenal mas Budi. blog nya bluiy bangett, aku sukak 🙂

  4. an apple a day, keep the doctors away:mrgreen:
    kalo saya lebih suka menenggak apple vinegar aja (cuka apel). lebih praktis daripada harus makan apelnya. Udah saya lakukan dari SMU sampai sekarang dan alhasil memang jarang sakit seperti pepatah di atas.

  5. wah.. pas banget kemarin saya beli apel merah tumben enak bangettt.. gak tahu jenis apel apa,, coz biasanya saya gak suka apel merah soalnya aneh rasanya… tapi yang kemarin itu renyah trus manis.. gak kayak biasanya.. pokoknya suka sama apel

  6. ada quote yang bilang : an apple a day, make doctor away.
    ternyata benar ya Budi quote itu 🙂
    bunda makan apel seringnya dijus campur dgn pepaya atau tomat, dan apel nya suka yg ada asemnya seperti apel malang gitu🙂
    salam

  7. jadi pengen nyobain golden delicious mas, warnanya kuning menggoda.. hehe

    tapi bener, rata2 rasa apel itu sama semua hanya saja tekstur nya yang berbeda.. dan saya termasuk penikmat buah merah tersebut..😀

    • Iya mas nando itulah faktanya penjualan buah apel di Indonesia dikuasai oleh buah impor (enggak berasa ya…) dibandingkan dengan apel lokal semacam manalagi, bisa perbandingannnya 90% impor : 10% lokal !!. Semua ini memang akibat demand konsumen yang menyukai buah impor, dilain pihak buah apel lokal produksinya sedikit dan kalah kualitas penanganan, tinggal menunggu keberpihakan pemerintah dan masyarakat untuk mensosialisasikan konsumsi apel lokal dan budi dayanya.

      Belajar dari Apple USA Washington , semua itu berproses dari ketekunan petani yang dibantu oleh pemerintah dalam riset mereka selama puluhan tahun mendatangkan bibit apel terbaik seluruh dunia dan pada akhirnya mereka bisa membudi dayakan tanaman apel sebagai industri agribisnis yang multinasional.

      So mas, mba, mari mulai berpikir bukan hanya bisa memakan apel saja tapi bagaimana peluang bisnis yang bisa didapat dari buah apel ???!!!

  8. Jadi selama ini… saya makan apel dari luar negeri semua? :O Wow,,

    ….ah, udah lama nggak makan apel. Kantong mahasiswa terbatas sih… palingan makan buah cuma pisang goreng X(

tinggalkan jejak kata.....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s