You are the Chef of Your Life

LESSON 60

There in no one bigger than yourself that can hinder your success, and there is no one bigger than yourself that can cause your failure. Your success and failure depends 100% on You!

(Darmadi Darmawangsa)

Tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada diri Anda yang mampu menghindarkan Anda dari kesuksesan, dan tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada Anda yang dapat menyebabkan kegagalan Anda. Anda bertanggung jawab penuh atas kesuksesan dan kegagalan Anda.

    Seorang wanita muda mendatangi ibunya yang bijak dan mengeluh mengenai masalah-masalah berat yang dihadapinya. Sang ibu menyimak cerita yang menyedihkan itu dengan tenang. Setelah selesai, sang ibu tanpa sepatah kata pun mengajak anaknya menuju ke dapur. Kemudian ia menyiapkan tiga kuali kecil yang diisi dengan air untuk dipanaskan. Setelah airnya mendidih, ia kemudian memasukkan wortel ke dalam kuali pertama, telur di kuali kedua, dan serbuk kopi dikuali ketiga. Setelah semuanya matang, ia kemudian menaruh ketiga benda tersebut ke tempat yang berbeda. Sang ibu berkata, “Ketiga benda yang baru saja saya masukkan ke dalam kuali dapat mengajar kita mengenai arti dari kehidupan ini.” Kemudian, ia mengambil wortel dan berkata, “Sebelum dimasukkan wortel ini berwujud keras namun setelah masak ia menjadi lembek. Telur ini sebelum dimasukkan adalah benda yang rapuh atau mudah retak, namun setelah matang ia berubah menjadi keras. Terakhir, serbuk kopi ini setelah dipanaskan dapat mengubah air yang ada dan memberikan bukan hanya bau yang harum tetapi juga rasa yang nikmat. Sekarang, mana yang ingin kamu pilih, apakah kamu menghadapi kenyataan dunia ini dengan mengeraskan hati dan akhirnya hal itu membuat dirimu lemah? Ataukah kamu menghadapi hidup ini dengan lemah seperti telur namun menolak kenyataan hidup ini dengan lemah seperti telur namun menolak kenyataan hidup ini dan menjadi ‘keras’ hati dan tidak dapat berubah? Atau kamu dapat mengubah kekelaman hidup ini dengan cara pandang yang positif dan mampu mengubah kekelaman hidup ini dengan cara pandang yang positif dan mampu mengubahnya sebagai suatu kemenangan? Semua bergantung pada dirimu sendiri, karena kamulah sang koki bagi hidupmu. Apa yang ingin engkau sajikan bagi dirimu hari ini?”

    Saya ingin Anda menengok ke belakang menelusuri kembali hidup Anda. Apa yang Anda lihat? Saya yakin Anda akan menemukan beberapa hal yang sering kali tidak dapat dijelaskan kejadiannya pada saat hal itu terjadi. Penulis terkenal Inggris, Somerset Maugham pernah menceritakan seorang pembantu rendahan di London. Sungguh malang nasibnya, ketika ia diketahui tidak mampu menulis dan membaca ia pun diberhentikan. Tanpa pekerjaan, ia menginvestasikan semua uangnya untuk mendirikan sebuah kios rokok. Mujur nasibnya, usahanya terus berkembang hingga pada suatu hari ia memiliki beberapa kios yang bernilai lebih dari ratusan ribu dolar. Pada suatu hari, seorang petugas bank muda bertanya kepada orang ini mengenai kesuksesan yang diraihnya. Petugas bank ini berkata, “Anda mampu menjadi orang sukses walaupun Anda buta huruf, apalagi kalau Anda mampu menulis dan membaca, kira-kira apa yang mampu Anda capai?” Sambil tersenyum orang itu berkata, “Jika saya mampu menulis dan membaca, maka saya akan menjadi pembantu rendahan .”

    Saya pribadi juga memiliki beberapa kejadian yang pada saat terjadi tidak dapat saya jelaskan dan sering kali saya pikir sebagai kegagalan hidup yang final. Setelah menamatkan pendidikan saya dari sebuah universitas bergengsi di Amerika Serikat, saya kembali ke Indonesia dengan harapan yang sangat besar. Timing saya kembali begitu jelek karena enam bulan kemudian krisis ekonomi menghantam Negara kita. Saya sempat bekerja dua tahun dalam bidang yang sejalan dengan apa yang saya pelajari di bangku sekolah namun saya tidak melihat ada kemajuan yang berarti. Bingung, pemilik perusahaan meminta saya untuk mencoba divisi pemasaran, yang sejujurnya saya tidak memiliki pengalaman sama sekali di bidang ini. Kemudian, saya menawarkan diri untuk mengepalai divisi training yang sekali yang bukan bidang yang saya kuasai. Melihat perjalanan, saya patut kecewa karena saya tidak bekerja pada bidang yang paling saya kuasai. Namun, hal yang mebuat saya tersenyum sekarang adalah mengerjakan pekerjaan yang paling saya senangi. Proses yang tampak tidak jelas dan tidak mengenakan itu membawa saya menuju hal yang terbaik bagi saya. Hal yang terpenting adalah bersiaplah untuk melihat keadaan apapun dalam perspektif yang positif, karena respon Andalah yang akan membawa Anda mencapai hal yang terbaik dalam hidup ini. Penjelasan akan datang pada waktunya, daripada menunggu gunakanlah kesempatan yang ada dan ubahlah kegagalan sementara menjadi kesuksesan yang terbaik.

 

 

 

ditulis ulang oleh Ulan Narulita
sudah mendapat ijin untuk dipublish dari,
Original Author   : Darmadi Darmawangsa
Book title              : Champion

6 thoughts on “You are the Chef of Your Life

  1. saya pernah membaca tentang wortel, telur dan serbuk kopi, tapi baru tahu secra lengkap disini.. bingung mo komen apa, yang pasti kereeen mah.. selalu ada kejadian istimewa dibalik kegagalan (ambil poin terakhir)..🙂

tinggalkan jejak kata.....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s