menara

sang menara…

janganlah kau sombong pada langit…

karena langit tak bertepi…

dan jangan kau arogan pada tanah…

karena dengan tanah berpijak, kau bisa berdiri tegak…

One thought on “menara

  1. Ping-balik: Keintiman Puisi-Puisi Budi Nurhikmat, Antara Kata dan Hati « Usup Supriyadi

tinggalkan jejak kata.....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s