Apa yang kita pikirkan bila melihat orang cacat semisal orang tanpa tangan, orang buta, dan lain sebagainya, pasti yang ada dalam dalam benak kita adalah ketidakmampuan, kasihan, perjuangan hidup atau betapa beruntungnya kita dengan kesempurnaan dibanding mereka ?. Mungkin hal itu pandangan sempit tentang mereka yang cacat, padahal begitu banyak figur-figur yang bisa menjadi teladan, salah satunya adalah sosok Nick Vujicnic [baca = voy-a-chic] (29). Nick sejak lahir tidak dianugrahi 2 buah tangan dan kaki, suatu jenis kecacatan yang sulit dibayangkan bagaimana orang tuanya membesarkan dan mendidiknya kelak.
Nick yang terlahir cacat pastilah juga punya keinginan dan harapan seperti anak laki-laki normal pada umumnya, ingin berenang, bersepeda, bermobil, punya pacar dan nikah. Pada periode SMA, Nick juga hampir putus asa dan ingin mengakhiri hidupnya karena merasa tekanan rendah hati, ketidakbergunaan dan selalu menjadi belas kasihan orang lain terutama orang tuanya yang terus menerus memberikan perhatian lebih dibanding adiknya. Saat itu pada suatu kesempatan Nick hampir saja bunuh diri dengan membenamkan mukanya dalam bathtub, namun dalam perang batinnnya ia menemukan satu hal yang selalu diingat bahwa Tuhan pasti punya rencana besar dalam hidupnya yang serba terbatas dan apapun yang dilakukannya pasti Tuhan akan selalu menerimanya. Dari situlah kekuatan batinnya makin menunjukkan kelebihan dari yang lain, Nick yakin bahwa dengan cacatnya pasti ada yang bisa dia bagikan kepada orang lain dalam usaha memaknai hidup dan perjuangan dengan keterbatasan.
Dengan dukungan orang tuanya dan pengalaman hidupnya yang serba terbatas, Nick mulai belajar berbicara didepan umum untuk memberi inspirasi hidup bercerita tentang pengalaman dirinya, dimulai di depan kelas kemudian berhadapan dengan murid-murid satu sekolah sampai akhirnya ia menjadi sangat mahir untuk memberi motivasi dan pencerahan di depan umum bukan hanya di sekolahnya tapi juga memenuhi undangan-undangan di seluruh dunia!!.
Dengan ketekunannya dan kemandiriannya, Nick mampu menjaga dan merawat diri sendiri. Ia mampu menggosok gigi, menyisir rambut, bercukur, dan bahkan hobinya berenang, mancing dan bermain sepak bola. Bahkan Nick berhasil menyelesaikan studinya dan memperoleh gelar Bachelor o Commerce bidang akuntansi, suatu prestasi yang penuh tantangan yang tidak sedikit.
Pengalaman hidupnya dia tulis dalam buku pertamanya No Arms, No Legs, No Worries !! dan telah merampungkan buku terbarunya berjudul Life Without Limits, yang sudah bisa kita dapatkan di toko-toko buku di Indonesia. Buku Life Without Limits bercerita mengenai proses Nick terlahir yang serba terbatas sampai dia memperoleh sukses yang dilaluinya tidaklah mudah. Satu hal yang saya menarik ketika membaca bab pertama buku ini adalah mengenai ” Kalau kau tidak menemukan Mukjizat, jadilah Mukjizat”, benar sekali dalam kehidupan ini terkadang kita berdo’a kepada Sang Pencipta untuk diberikan mukjizat dalam hidup sehingga kita mudah dalam menghadaoi cobaan dan hambatan hidup padahal Tuhan telah memberikan akal dan pikiran untuk menjadi mukjizat bagi diri kita dan orang lain. Dari buku ini pun terlihat, ternyata Nick adalah orang yang periang dan humoris, seperti ia ceritakan ketika pengalaman memberi motivasi ke Indonesia tahun 2010, ia berkelakar “Bagaimana kalau tubuh saya yang mungil ini masuk kedalam loker bagasi pesawat, saya ingin melihat reaksi penumpang yang membuka loker ini !!”, terbayang sahabat-sahabat semuannya bagaimana rasa kaget dan heran ketika para penumpang yang membuka pintu bagasi…..hahahaha…ada-ada saja si Nick ini.
Nah Sekarang, kita boleh refleksikan dengan kesempurnaan yang kita punyai, apakah kita bisa menjadi Mukjizat buat diri sendiri dan orang lain ??

subhanallah ,kok aq kerdil banget jadinya,bisa berbuat lebih lagi,,
memang jadi motivasi tuk diriku dan orang lain
jadi kalau kita melihat saudara kita yang tak sempurna tatapan kasihan jutru melemahkan mereka ya.
it is interesting story,. . sedangkan di Indonesia sempurna fisik tapi pemalas.
Nick memang orangnya sangat inspiratif, saya pernah bertemu langsung dengan orangnya dan di matanya sama sekali tidak ada kesedihan ataupun kekesalan karena tubuhnya yang seperti itu. Segalanya dia lakukan dengan rasa bersyukur, nice article
setuju gan
makasih
Reblogged this on Catatan Anak Muda and commented:
Life without Limits
mas budi kemana yaa??
ada hadiah spesial untuk mas Budi, semoga segera balik ngeblog lagi.. diterima yaa, http://gamazoe.wordpress.com/2012/03/31/seratus-cinta-gamazoe/
woww benar2 menyentuh…
Apa kbr mas budi ,
Terimakash awardnya?
Saya belum sempat beli buku yg satu ini..padahal udah dari Dec kemarin niat beli buku ini….trims sharingnya…
sepertinya jawabannya masih belum, hiks,,
buku yg membuat saya terharu, nice info gan
nitip
wajib., ada yg baru dari opera nie
http://fauzanmars.wordpress.com/2012/02/29/opera-mini-next-7-opera-mobile-12-sebuah-penyegaran-mantap-dari-opera/
Allah Maha Besar dengan segala karunia-NYA…
sepertinya nick lebih sempurna ya mas, dari pada kita-kita yg lengkap segalanya tapi kurang bersyukur dan tidak berusaha dalam hidup.
amiiin isya allah bermanfaat gan …
saya suguhkan rumah baru lagi gan …
aku pernah liat orang ini di televisi mas.
katanya dia orang yang sukses sekarang, dan sering di undang sebagai pembicara gitu.
bener mas.?
salut dah..
malu banget..
ade yang sempurna ini tapi masih belum bisa memberikan hal yang terbaik
ƪ(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)ʃ Rasanyaa malu bangett diri ini hikks..
Semoga menjadi motivasi! :’)
Subhanallah.. orang2 yang normal bener2 dibuat malu jika melihat Nick dengan prestasinya.. hmm wajib kita jadikan motivasi.
Subhanallah … Inspiratif betul
Satu lecutan semangat untuk kita yang masih diberi “sesuatu” yang lebih dari Nick … Mencerahkan.
salam kenal,
izin tukar link yaaa
Jika tak menemukan mukjizat, jadilah mukjizat..Ya..ya…aku setuju sangat dengan si Nick Mas..Usianya masih muda, banyak keterbatasan, tapi berhasil menginspirasi dunia. Dia pasti amat di berkati oleh Allah. Dan pastinya berkat itu dia pula yg mengusahakan
Tuhan benar-benar maha adil..
Info yg inspiratif bagi kita yg memiliki kondisi sempurna, namun mengabaikan nikmat ini. Semoga kita jg diberi kemudahan dalam menghadaoi cobaan dan hambatan hidup …
Amien
………. semoga bermanfaat
Subhanallah…..
Terimakasih telah mengingatkan Kawan.
Semoga bermanfaat sobat Irfan
“Life itself is a miracle”. Terkadang saya sendiri lupa bersyukur. Makasih atas inspirasinya Mas Budi.
setuju dengan “Life itself is a miracle”…..mas Nando
Saya pernah liat videonya mas, sangat menyentuh hati, menjadi termotivasi agar banyak bersyukur atas keadaan diri dan kemapuan yang telah diberikan.
tulisan yang bagus mas.
semoga kita terus berbagi
subhanallah. ini sebuah teladan dan motivasi yang bagus untuk siapa saja yang pingin sukses. Nick, dengan segala kekurangan yang ada dalam dirinya, bukan halangan untuk mewujudkan sesuatu yang mustahil. sungguh layak apabila potret keberhasilnnya dijadikan sebagai rujukan motivasi bagi semua kalangan.
rujukan nick = mukjizat buat kita yang masih mencari….
belum pernah baca bukunya nih ….. salut banget buat Nick Vujicnic
saya juga bacanya sampai terkagum-kagum…..
itu keren mas bro,
yup thx..
Pernah nih dikasih ttg video ini pas kuliah.
Emang manusia emang suka lupa bersyukur, baru deh klo kenikmatan itu dicabut, baru nyadar.
betul sob, ketika nikmat itu dicabut …..yang ada hanya penyesalan dan malu
waw persis Helen keller history…..tokoh yang paling menginspirasi saya
ketidaksempurnaan selalu meninggalkan jejak sempurna
saya pernah nih dikasih lihat videonya…
menginspirasi memang, kalau sampai yang sempurna saja bicara hidupnya serba susah, malu…
terkadang orang normal terbiasa dengan zone nyamannya….
Saya pernah lihat video tentang ini. Sangat menginspirasi memang. Saya hampir nangis waktu itu.
sampai sekarang jejak tangisan itu masih membekas…dan terwujud dengan suksesnya mas Lambertus
melihat video dari nick memang luar biasa, dgn segala keterbatasan dia jalani hidup dan begitu di negeri kita ini banyak seperti dia yg tanpa kita sadar sering menemukannya diberbagai penjuru nusantara yang bertahan dan semangat untuk hidup
setuju sobat Aulia…..di negeri ini saja, yang cacat tapi terus mengarungi kehidupan yang keras masih banyak, hanya sayang seringkali mandeg karena orang normal pada buta melihat semua ini
subhanallah walhamdulillah…
jadi malu neh… bila tak bersemangat dalam banyak hal…
makasih banyak ya, Mas Budi, sungguh inspiratif postingan ini.
yang jelas p’Ustadz…..semangat bukan monopoli tubuh yang sempurna ….
wah, nambah semangat nih…
sudah semestinya yisha
salut dengan semangatnya, dari keputus asaan bangkit jadi orang yang sukses…
” Kalau kau tidak menemukan Mukjizat, jadilah Mukjizat”, sangat menginspirasi gan..
hatur nuhun kang….. mudah-mudahan kitaterus mengasah mukjizat kita sendiri
sangat inspiratif sob…..
dibalik sebuah ‘ketidakmampuan’ tersimpan energi yang maha dahsyat yg mmpu mengubah dunia….
mengubah dunia dengan mengubah pandangan hidup dirinya sendiri
Kalimat terakhirnya nendang bgt…
yup…..tendangan maut
kamaren cari buku ini lagi gak ada stok.
coba lagi mas….mungkin di outlet yang lain
kita harus malu jika sampai menyerah dan tidak berusa dalam hidup ini…… apalagi kita dikaruniai tubuh yg sempurna ya kan sobat?
Salam persahabatan selalu dr MENONE
setuju mas, malulah kita dengan semua karunia yang ada
salam persahabatan
blognoerhikmat
Jadi penasaran pegen baca bukunya!!!! Semoga semangatnya bisa akang ikutin untuk terus mengarungi hidup bersama GILANG. Makasih!!!
boleh mas, di toko buku gramedia sudah ada. Saya yakin Gilang adalah mukjizat buat mas Abi dan keluarga serta yang lain…
Saya lama bergaul dengan orang-orang cacat yang memiliki semangat hidup tinggi untuk menggapai cita-citanya
sebuah semboyan, kecacatan bukan penghalang untuk berprestasi. banyak juga dari mereka yang dapat menjalani hidup dengan layak tanpa tergantung dan menggantungkan beban hidup mereka pada orang lain
salah satunya yang saya kenal adalah SUGENG KAKI PALSU
salam dari pamekasan madura