Pertama kali mendapat berita rubuhnya jembatan KuKar justru bukan dari media TV atau surat kabar tapi saya dapat berita itu ketika melakukan blogwalking, dan mendapati postingan blog Hendry Ferdinan tentang peristiwa ini. Shock.., kaget dan sedih, itulah perasaan galau yang saya alami saat itu. Bagaimana tidak galau melihat korban yang tewas terus bertambah dan dari berbagai sumber info menyebutkan masih banyak korban yang belum ditemukan dan kondisi lalu lintas pada saat rubuhnya jembatan lumayan ramai, mudah-mudahan semua korban yang hilang cepat ditemukan dan keluarga yang ditimpa musibah ini diberikan ikhlas dan sabar dalam menghadapainya.
Salah satu perhatian saya tentang peristiwa ini begitu intens (sampai gugling kemana-mana mencari berita tentang ini…), adalah karena saya penyuka konstruksi jembatan, ketika dulu waktu dibangku kuliah saya paling senang mendapat pelajaran konstruksi baja terutama kalau yang membawakannya adalah dosen favorit saya bpk. Hanis Burhan. Karena kecintaan saya tentang konstruksi baja maka saya putuskan untuk membuat skripsi S1 dengan mengambil tema tentang Jembatan Kereta Api dari struktur baja.
Kembali ke jembatan Kutai Kartanegara yang melintasi sungai Mahakam di Kalimantan Timur, jembatan ini diresmikan tahun 2001 dengan bentangan 710 m dan bentangan antara pilar utama adalah 270m denga sistem konstruksi baja supension bridge ( jembatan gantung ) yang menggantung kontruksi rangka baja unutk jalan yang terbuat dari beton. Dari model konstruksinya memang jembatan Kukar ini mirip dengan Golden Gate Bridge di San Fransisco USA, jadi jembatan Kukar sering disebut Golden Gate-nya Indonesia, dan bahkan dibuat sebagai konsep kawasan wisata jembatan seperti di Golden Gate Bridge,USA. Keunggulan jembatan gantung adalah minimnya pilar pondasi sehingga bentangan yang cukup untuk arus lalu lintas air yang berada dibawahnya, bahkan di sungai yang sama ada beberapa jembatan dengan teknologi konstruksi jembatan baja konvensional yang membutuhkan pilar pondasi yang banyak sehingga cukup mengganggu kelancaran lalulintas air sungai, bahkan kerap pilar pondasi ditabrak kapal tongkang yang bermuatan ratusan ton, ini juga yang mengakibatkan kerusakan pada jembatan konstruksi baja konvensinal tersebut.
Akan tetapi salah satu kerumitan rekayasa jembatan model suspension bridge adalah perlunya perancangan yang lebih detil dari pada jembatan rangka baja konvensional terutama dengan konsep skenario pembebanan yang mungkin terjadi akibat pengaruh external seperti benturan kapal pada pondasi jembatan, beban banjir, beban angin, atau skenario beban akibat putusnya kabel ataupun beabn akibat turunnya konstruksi jalan rangka baja. Selain itu pada proses tahapan pembuatan konstruksi, detail sambungan (joint) pada kabel utama dengan kabel gantung vertikal dan joint kabel gantung dengan kontruksi jalan rangka baja mesti hati-hati dalam pelaksanaannya dan salah satu yang utama lainnya adalah disain dan pelaksanaan pekerjaan tumpuan konstruksi jalan rangka baja dengan pondasi pilar utama.
Dari berbagai foto dan keterangan beberapa sumber, ada fakta sebagai berikut :
1. Konstruksi pondasi dan pilar masih utuh berdiri, tapi salah satu pilarnya sedikit miring.
2. Material kabel utama jembatang gantung masih utuh, baik sisi kiri ataupun kanan dan tergantung kokoh.
3. Seluruh konstruksi jalan rangka baja baik bentangan tengah dan di kedua ujung jembatan ambruk.
4. Saat itu ada pengerjaan perbaikan dan perawatan jembatan, walaupun detil spec pekerjaan belum jelas, sehingga
ada pengaturan arus lalu lintas.
5. Saat jembatan ambruk, saat itu diperkirakan ada kurang lebih 20-30 mobil dan beberapa motor
Kesimpulan sementara dari fakta-fakta diatas boleh disimpulkan sebagai berikut :
1. Patut diduga adanya kesalahan atau kerusakan fungsi joint kabel gantung vertikal di beberapa tempat.
2. Pembebanan lalu intas saat itu tidak berada pada kondisi puncak.
3. Patut diduga miringnya salah satu pilar karena erosi sekitar pondasi atau hal lainnya, sehingga mengakibatkan tergelincirnya sistem tumpuan konstruksi jalan rangka baja.
4. Sehingga akibat dari point 1,2 dan 3, patut diduga bahwa kabel gantung tiba-tiba lepas dan putus secara beruntun akibat akselarasi bebab mati dari konstruksi jalan rangka baja.
Tanpa mendahului hasil investigasi dari Kementrian Pekerjaan Umum dalam hal ini dept.Bina Marga, perlu disadari memang teknologi konstruksi suspension bridge perlu detil dan komperhensif dimulai dari tahapan Pra-desain, Desain, Pelaksanaan dan Perawatan sehingga perlu pengkajian mendalam bila akan dibuat kelak. Sebagai ilustrasi tentang kerumitan jembatan gantung, di Amerika saja ada beberapa yang gagal fungsi, seperti di video seabagai berikut :
Link update kasus :
1. Pernyataan pakar konstruksi Wiratman Wangsadinata,” Sebelum runtuh jembatan Kukar sakit parah”, Republika 15 Desember 2011.

Bud, Aki Eman pernah tinggal di Kalimantan Timur tapi sayang tidak pernah melewati jembatan ini karena justru bersamaan dengan diresmikannya 2001 Aki pulang ke Bandung. Sebetunya ada satu lagi jembatan yang sudah lebih lama dibuat dan sampai kini tetap berfungsi dengan baik yaitu jembatan yang menghubungkan Samarinda dengan Samarinda sebrang yang selanjutnya menghubungkan Samarinda dengan Kutai dan juga Balikpapan.
Wah….berarti Aki Eman sudah tinggal dimana-mana yaa…pasti punya pengalaman dan memori tentang budaya nusantara yang baik…. . Saya juga sangat tertarik dengan ulasan tempo doeloe-nya Bandung oleh Aki.
Tentang jembatan Samarinda, memang aki…saya malah belum pernah kesana, semua sumber tulisan berasal dari gugling, dan baru tahu pula kalau jembatan samarinda ada dua, dan malah waktu berita ini mulai santer ada yang memberitakan jembatan samarinda lama yang rubuh….padahal jembatan samarinda ada dua.
Iya. waktu melihat kabar bencana jembatan itu, saya dan teman-teman sedih banget. kok bisa….
mudah-mudahan tidak terjadi lagi ya….
minta ijin bertamu……… salam kenal dan salam persahablogger:-D berkunjung balik yaaah..hehehe
salam kenal juga buat yang lain …..main2 ke blog saya yaa gan….!!!!
monggo silakan….. mas
Datang mengunjungi sahabat di malam minggu.
Terima kasih mas Irfan sudah berkunjung….
udah ngga tau lagi nih kisahnya…
baca update kasus di ujung posting…
Selalu ada hikmah dibalik setiap peristiwa
kemarin aku baca, udah mulai ngomongin ”penampakan” nih
sedih…
ehm, mengunjungi mu sob…
yisha…..takuuuutt….
Sungguh memilukan, semoga semua pihak mau mengaku salah dan bertanggung jawab..
mudah-mudahan tidak mencari kambing hitam…..
Ping-balik: [PR] All About eleven « tri wahyuni
sudah terjadi, dan semoga pihak yang terkait bertanggung jawab pada keluarga korban, dan tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.
bertanggung jawab…adalah barang yang langka dalam dahaga kejujuran…
Ini sesuatu bangeet,,,
sesuatu…yang boleh dipikirkan dengan bijak…
Betul banget bang !
bila sudah terjadi seperti ini, satu hal yang menyedihkan adalah saling lempar tanggung jawab di antara pejabat yang berwenang, duh….
iya…mas, rasanya semua boleh menyudutkan, mudah2an kita tetap bersatu dalam khusnuzon…
speechless………
tragis sekaligus ironis …….
salam
iya…bunda…saya hanya bisa sumbang do’a dan saran saja…
Saya tahu berita ini dari Twitter. Berarti para intinya memang ada yg nggak beres atau nggak maksimal pada proses pembangunan jembatan itu, ya. Entah pada saat pradesain, desain, maupun pembangunan secara fisik. Saya sendiri sempat curiga, jangan-jangan ketidakberesan itu bisa terjadi karena korupsi….
masih… berita ini gencar di media
kejadian ini telah mengungkap sisi lain dari kebrobokan kabupaten kukar..
Turut prihatin kepada masyarakat kukar atau keluarga yg menjadi korban. Untuk kemajuan bidang konstruksi di Indonesia, hasil investigasi mesti dibuka selebar-lebarnya…
Sebenernya kejadian ini miris ato ironis yaaa… padahal aku belum ngerasain lewat jembatan kuati negara tapi udah hancur… hiks…hiks… semoga aja jembatan suramadu gak kayak jembatan kutainegara
di tv gencar berita ini juga blog
ngenes saja lihat foto2nya di koran online
sampai saat ini pun, masih terus update tentang masalah ini…..
sedddihhhhh
hiks!!!
jangan sedih aja…
bantu dgn do’a yuk…
semoga tidak akan terulang lagi.. Tirit sedih juga. Jadi ingat film final destination yang beberapa bulan lallu saya tonton. hehe
amien…hayalan tingkat tinggi
Ya Allah..semoga tak ada kejadian serupa lagi di bumi pertiwi, aamiin
semoga musibah ini menjadi pelajaran kita bersama, menjaga keutuhan dan mencoba mengambil kebaikan dari apa yg terjadi, semoga warga disana diberikan ketabahan untuk semua
salam
Sentuhan kalimat yang menentramkan mas Aulia…..thx do’anya…amien
wah pengamatan dari sudut pandang orang yang mengerti konstruksi nih.
saya nggak bisa bayangin gimana kalo ada di posisi orang2 yang sedang ada di jembatan itu ketika rubuh.
baru mau ngebayangin tapi enggak tega mas…
agak OOT kk,
saya agak kecewa dengan sar indonesia yang terkesan lambat, mestinya kalo sesegera mungkin ditolong korban meninggal bisa seminimal mungkin. saya melihat sar indonesia cuma berusaha mengevakuasi mayat saja tapi tidak berusaha menyelamatkan nyawa. beda banget waktu dulu saya tinggal di luar negeri, sar nya cepet bertindak dan sangat heroik meskipun membahayakan nyawa mereka sendiri untuk menolong orang lain,
Semoga kita yang hanya melihat dan berkomentar tentang semua kejadian ini selalu dalam semangat ikhlas, sabar dan bertaqwa kepada NYA….
semoga seluruh korban bisa segera dievakuasi. dan kita bisa mengambil hikmah darinya. amin
Amien ….mas, mudah2an ini juga pelajaran tidak terulang kembali…
turut prihatin berharap semua korban dapat ditemukan ya…
semoga aja jembatan barelang di batam tetap kokoh..
amien….smoga juga jembatan barelang tetap kokoh …
ah,. baca berita ini selalu sedih.
apalagi katanya masih belum semua korban yang berhsil dievakuasi ya?
Yup betul…bahkan terus bertambah dan masih banyak yang terjebak reruntuhan jembatan.
dhe tebak yaaa, pasti jurusan yang mas Budi ambil dulu Tekhnik Sipil.. bener gk yaa?? hehe
dhe juga turut prihatin mas, tapi dhe selalu berdoa semoga jembatan Ampera di Palembang selalu fine2 saja.. hehe
ah..dhenok bisa aja nebak nya…hehehehe. (=satu jurusan dengan Bung Karno)
amien semoga jembatan Ampera tetap tegar dan kokoh….(saya suka juga dengan model jembatan Ampera )
pengen liat jembatan ampera tempo dulu mas, bisa tegak jadi kayak putus dua bagian.. sayang sekarang gk pernah lagi..
musibah sepertinya tak ingin beranjak dari negeri ini….turut prihatian aja, smoga yg terkena musibah diberi kesabaran dan keikhlasannya….
amien… mas bens, air mata rupanya masih mengalir di bumi pertiwi…
Semoga untuk kedepannya gak kejadian seperti ini lagi ya mas.
betul sekali mas Irfan…. terus evaluasi apa yang terjadi walau pelajaran yang amat mahal yang dibayar nyawa…
Kalo satu peristiwa diulas oleh orang yang kompeten jadi seruuu he he he….(masih belum hilang oleh ilmu ritel ya Bos!!)
yup abi….lilin ilmu jangan pernah padam
semoga bisa menjadi pelajaran untuk selanjutnya. Pengawasan sebaiknya rutin di setiap waktu
Apapun teknologinya dan berapapun usia konstruksi, kalau masih difungsikan untuk kepentingan umum, pemerintah berkewajiban memastikan keselematan fungsi konstruksi.
entah apa mau di kata..
saiia bingung menyikapi yang seperti ini ;(
walau hidup dam mati di tangan sang Pencipta, kita yang masih hidup mesti belajar dari musibah ini….dan menyikapinya dengan bijak.
setuju.. bener banged kang …
kang.. mampir sore patroli sambil lirik2 bekham di tipi kang